Selasa, 14 April 2026

Hasto dan Emil Berbalas Pantun, Bedi Budiman: Cara Berbudaya dalam Berpolitik

Menurut Bedi, komunikasi berbalas pantun bisa saja merupakan pertanda bahwa nama Ridwan Kamil memang tengah digodok secara serius oleh PDI Perjuangan.

Tribun Jabar/Muhammad Nandri Pilatrama
Ridwan Kamil bersama Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat groundbreaking Monumen Plaza Bung Karno di GOR Saparua, Rabu (28/6/2023). 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA BANDUNG - Ketua Komisi I DPRD Jabar Bedi Budiman menanggapi soal pantun Sekretais Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Menurut Bedi, komunikasi berbalas pantun bisa saja merupakan pertanda bahwa nama Ridwan Kamil (Kang Emil) memang tengah digodok secara serius oleh PDI Perjuangan.

"Alasannya, saya menyimak narasi pidato sebelum masuk pantun, beliau (Hasto) mengatakan bahwa "...karena kang Ridwan Kamil begitu banyak membangun tempat bersejarah khususnya terkait perjuangan Bung Karno...", nah sementara PDI Perjuangan adalah loyalis serta penerus ajaran Bung Karno, tentu saja kami sangat menghargai upaya Kang Emil ini," beber Bedi saat dikonfirmasi awak media.

Baca juga: Doa Ridwan Kamil untuk Wagub Uu yang Akan Nyaleg DPR RI

Di sisi lain, Bedi menilai bahwa komunikasi politik melalui berpantun adalah cara berbudaya.

Pantun, kata Bedi, adalah kekayaan budaya bangsa Indonesia yang berasal dari sastra lisan Minangkabau  yaitu "patuntun" atau penuntun.

"Saya kira cara Pak Hasto ini menyegarkan ya, kalau menjadi kebiasan baru dalam khazanah perpolitikan kita. Kita harus menyambut Pilpres 2024 ini dengan sukses dan riang gembira. Bangsa ini sudah belajar dari pengalaman Pilpres 2019 lalu yang begitu mencekam, penuh hoaks dan terbelah, semoga tidak terjadi lagi," ujar Bedi.

Ketua Komisi I DPRD Jabar Bedi Budiman
Ketua Komisi I DPRD Jabar Bedi Budiman (Ist)

Pernyataan Hasto yang menyebut Ridwan Kamil sebagai bacawapres Ganjar diungkapkan dalam sebuah pantun.

Hasto melempar pantun usai memberi sambutan di hadapan Ridwan Kamil yang turut hadir dalam groundbreaking Monumen Plaza Bung Karno.

"Kang Emil memang kaya prestasi. Memajukan Jabar penuh karya seni. Pemilu akan digelar beberapa bulan lagi. Bacawapres Pak Ganjar ternyata ada di sini," kata Hasto.

Baca juga: Megawati Sebut PDIP Bisa Usung Capres dan Cawapres Sendiri, tapi Pilih Opsi Ini

Saat maju untuk memberikan sambutan, Kang Emil kemudian membalas pantun Hasto dengan pantun kembali.

"Burung Cendrawasih, burung bango indah warnanya. Terima kasih Mas Hasto atas pantun-pantunnya," singkat Kang Emil.

Sontak aksi berbalas pantun ini mengundang reaksi dari seluruh undangan yang hadir. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved