23 Desa dan 4 Kecamatan di Ciamis Tergusur Tol Getaci, Ini Komentar Bupati Ciamis
Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya menyambut baik dan sangat berharap pemerintah segera merealisasi rencana pembangunan
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Ciamis, Andri M Dani
TRIBUNPRIANGAN.COM,.CIAMIS - Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya menyambut baik dan sangat berharap pemerintah segera merealisasi rencana pembangunan jalan tol Gede Bage-Tasikmalaya-Cilacap Tol Getaci setelah dilakukannya revisi tahap 1.
“Dengan adanya revisi tahap 1 jelas sangat menguntungkan. Dan harus menguntungkan bagi Ciamis. Terutama dampak pertumbuhan ekonominya,” ujar Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya menjawab pertanyaan Tribun usai pembukaan Musorkab IX KONI Ciamis di Gedung KONI Ciamis, Rabu (14/6/2023).
Seperti yang diberitakan Tribun sebelumnya, pemerintah telah merencanakan pembangunan jalan tol Gede Bage- Tasikmalaya-Cilacap sebagai proyek strategis nasional.
Jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut ( 206,65 KM) semula dijadwalkan dibangun melalui dua tahap.
Yakni tahap 1 yang meliputi seksi 1 (Gede Bage- Garut Utara sepanang 45,20 km) dan tahap 2 (Garut Utara-Tasikmalaya sepanjang 50,30 km).
Serta tahap 2 yang meliputi Seksi 3 (Tasikmalaya-Patimuhan sepanjang 76,74 km) dan seksi 4 (Patimuhan –Cilacap sejauh 34,35 km).
Jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut akan melewati 4 kecamatan dan 23 desa di Ciamis. Meliputi Kecamatan Ciamis (1 kelurahan yang Kelurahan Linggasari), Kecamatan Cidolog (4 desa), Kecamatan Pamarican (9 desa ) dan Kecamatan Banjarsari (9 desa).
Semula rencana pembangunan jalan Tol Getaci yang melewati 23 desa di 23 desa tersebut akan dimulai setelah pelaksanaan pembangunan tahap 1 selesai. Tahap 1 tersebut semula hanya meliputi seksi 1 dan seksi 2 yakni dari Gede Bage sampai Tasikmalaya dengan eksit tol akhir tahap 1 di Sewaka Tasikmalaya.
Namun informasi terbaru, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian PUPR melakukan revisi rencana pembangunan Jalan Tol Getaci setelah dilakukan tender ulang.
Awalnya rencana pembangunan jalan tol Getaci tahap 1 dari Gede Bage hanya sampai Tasikmalaya (sepanjang 95,5 km).
Namun setelah direvisi, rencana pembangunan Tol Getaci Tahap 1 tidak hanya sampai Tasikmalaya tetapi diperpanjang sampai Linggasari Ciamis sehingga panjang jalan tol yang dibangun pada tahap 1 ini sepanjang 108, 5 km.
Artinya exit akhir tahap 1 Tol Getaci tidak di Tasikmalaya melain di Linggasari Ciamis. Kelurahan Linggasari merupakan satu-satunya desa/keluarahan di Kecamatan Ciamis yang akan dilewati Jalan Tol Getaci.
Bila eksit tol tahap 1 di Linggasari (Ciamis), nama jalan tolnya tetap Getaci (tapi jalan tol Gede Bage-Tasikmalaya-Ciamis).
“Mudahan-mudahan revisi tahap 1 ini tidak berubah lagi. Artinya exit tol tahap 1 nya di Linggasari (Jl Lingkar Selatan Ciamis),” ungkap Bupati Herdiat optimis.
Dengan diperpanjangnya rencana pembangunan jalan Tol Getaci tahap 1 sampai Linggasari Ciamis tersebut menurut Bupati Herdiat, sebagian wilayah Ciamis akan lebih cepat menikmati pembangunan jalan tol Getaci tanpa menunggu rencana pembangunan tahap 2.
Setelah adanya revisi tahap 1 dan pembangunan jalan Tol Getaci segera berdampak dengan pertumbuhan ekonomi Ciamis.
“Harapannya, rencana pembangunan tahap 2 nya juga segera dilaksanakan,” ujarnya.
Bila rencana tahap 2 segera dilaksanakan, sebagian besar ruas seksi 3 Tol Getaci tersebut berada di daerah Ciamis meliputi 3 kecamatan dan 22 desa (setelah adanya revisi tahap 1).
“Di tahap 2 exit tol untuk Kota Banjar kan juga berada di daerah Ciamis ,. Di Pamarican. Jadi nantinya ada 2 Exit tol di Ciamis,” kata Bupati Herdiat.
Dengan adanya pintu keluar masuk kendaraan yang akan melintas jalan tol (exit tol) tersebut jelas akan berdampak bagi pertunbuhan ekonomi dengan meningkatnya mobilitas
orang dan barang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Pembangunan-proyek-jalan-Tol-Getaci-Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap-terus-berproses.jpg)