Minggu, 17 Mei 2026

Pembiayaan Korporasi BSI Pada Kuartal I Tumbuh 17,3 Persen

Pembiayaan Korporasi BSI Pada Kuartal I Tumbuh 17,3 Persen, Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Tribun Jabar/Nappisah
SVP Corporate Business BSI Fiti Syam dan Direktur Operasional & Keuangan SMI Darwin Trisna Djajawinata saat menandatangani perjanjian kerjasama terkait perjanjian line facility pembiayaan modal kerja untuk korporasi. 

Laporan Wartawan TribunJabar, Nappisah

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) terus meningkatkan pembiayaan korperasi di sektor wholesale sebagai upaya untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Pembiayaan korporasi BSI tercatat mencapai Rp58,1 triliun, atau tumbuh 17,3 persen secara year on year (yoy).

Direktur Whosale Transaction Banking BSI Zaidan Novari mengatakan, pembiayaan didominasi sektor konstruksi dan infrastruktur, sektor ketenagalistrikan, sektor manufaktur, sektor agrobased hingga sektor jasa kesehatan.

Baca juga: Mudah dan Terjangkau, Biaya Transfer BSI Hanya Rp 5 per Transaksi, Simak Selengkapnya

Zaidan optimis pembiayaan wholesale BSI akan terus tumbuh seiring dengan semakin diminatinya skema pembiayaan syariah oleh korporasi.

“Pembiayaan korporasi dengan skema syariah semakin diminati oleh segmen korporasi dan mampu bersaing di industri," ujarnya, dalam keterangan yang diterima Tribunjabar.id, Kamis (1/6/2022).

Zidan menuturkan, melalui skema pembiayaan yang fleksibel sesuai kebutuhan nasabah, bagi hasil yang kompetitif, serta pembiayaan yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.

Guna meningkatkan pembiayaan di sektor wholesale, (31/5) BSI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) terkait perjanjian line facility pembiayaan modal kerja untuk korporasi.

Baca juga: KUR Festival 2023, Kerja Sama Antara BSI dan Kemenko dalam Mendukung UMKM Milenial

Kerjasama kedua belah pihak diharapkan mampu memperkuat modal untuk pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia.

Hal tersebut menjadi awal sinergi BSI dengan SMI dalam hal pembiayaan infrastruktur senilai Rp 1,25 triliun.

Nantinya, akan digunakan untuk proyek infrastruktur dengan skema syariah, di antaranya pada sektor infrastruktur jalan, infrastruktur ketenagalistrikan, hingga infrastruktur sosial dan jasa lainnya.

Langkah ini juga sejalan dengan pesan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau akrab dipanggil Tiko untuk BSI.

Tiko dalam sambutannya di acara BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2023, mengatakan, salah satu praktik keuangan syariah yang perlu dipacu BSI untuk mendongkrak ekonomi nasional adalah pembiayaan segmen wholesale, khususnya di sektor riil.

Dia melanjutkan, pembiayaan wholesale dengan skema syariah masih jarang dilakukan di Indonesia.

Baca juga: Komitmen Dukung Penuh UMKM, BSI Gandeng ITB Tingkatkan Kapasitas Wirausaha Muda

Padahal skema ini sudah umum terjadi di negara-negara lainnya seperti di London, Inggris; Dubai, Uni Emirat Arab; ataupun Malaysia.

“Kita ingin melakukan sosialisasi bahwa struktur syariah itu sebenarnya yang paling tepat untuk pembiayaan-pembiayaan infrastruktur atau pembiayaan jangka panjang pemerintah, seperti BUMN," tuturnya.

Tiko memberi contoh, seperti jalan tol, perkereta apian, pembangkit listrik sebenarnya paling cocok di BSI, dengan menggunakan struktur syariah. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved