Uu Ruzhanul Ulum Buka Charity Walk & Run 2023 di Gedung Sate
Ganjar Pranowo dan Uu Ruzhanul Ulum Buka Charity Walk & Run 2023 di Gedung Sate
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Ratusan warga berpartisipasi dalam Charity Walk & Run 2023, Minggu (14/5/2023). Kegiatan ini dipusatkan di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, yang sekaligus menjadi tempat start charity walk dan charity run dengan rute sejumlah ruas jalan di sekitar Gedung Sate.
Kegiatan "Charity Walk & Run 2023" yang memiliki tagline "Semesta Mencegah Stunting" ini dikolaborasikan dengan kegiatan amal atau donasi untuk pembelian makanan sehat berupa telur bagi masyarakat yang membutuhkan atau rentan stunting. Semangat yang diusung dalam kegiatan ini adalah upaya-upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum pun membuka kegiatan ini dan mengibarkan bendera di titik start. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun secara mengejutkan ikut hadir membuka kegiatan ini. Bahkan, menertibkan para penonton kegiatan yang membeludak supaya para pelari dan pejalan kaki bisa melakukan start. Akhirnya, Uu Ruzhanul Ulum dan Ganjar Pranowo pun mengibarkan bendera start.
Upaya dalam menurunkan angka stunting atau kasus gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak memang tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan berbagai aksi konvergen, integratif, holistik, kolaboratif, sinergis, dan berkualitas, untuk menangani kasus yang dipicu oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang ini.
Menurut laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) dari Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting anak di tingkat nasional mencapai 21,6 persen pada 2022, turun dari 24,4 persen pada 2021. Namun, angka ini masih melebihi toleransi maksimal stunting yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu kurang dari 20 persen .
Begitu pun di Jawa Barat selama tiga tahun terakhir, prevalensi stunting mengalami penurunan cukup signifikan. Dari awalnya sebesar 26,2 persen pada 2019, menurun menjadi 24,5 persen pada 2021, kemudian kembali menurun menjadi 20,2 persen pada 2022.
Namun demikian, demi mencapai target penurunan angka stunting mencapai 14 % pada 2024 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tampaknya masih harus bekerja keras.
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat pun kembali menggelar rangkaian kegiatan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di Jawa Barat.
Pencegahan dan penanganan stunting tentunya tidak dapat terlepas dari upaya edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Kegiatan kedua yang akan digelar dalam acara tersebut adalah talkshow berisi paparan edukasi, pembelajaran, sampai berbagi kisah, mengenai penanganan stunting.
Kegiatan terakhir dari acara ini adalah bazar dan lelang donasi. Akan ada sejumlah barang yang dilelang, sehingga hasilnya dapat didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan atau keluarga berisiko stunting.
Kegiatan ini akan diramaikan oleh hiburan musik dan senam. Masyarakat juga bisa berkonsultasi mengenai stunting dan keluarga berencana, serta dapat melakukan pemeriksaan kesehatan.
Adapun harga tiket masuk untuk event ini adalah Rp 50 ribu untuk Charity Walk, peserta akan mendapat gelang charity, snack box, voucher doorprize, dan untuk donasi dua butir telur. Untuk Charity Run, peserta cukup membayar Rp 100 ribu, dan akan mendapat gelang charity, snack box, medali untuk tiga pemenang dan 10 finisher, serta donasi tiga butir telur. Terakhir, pengunjung bisa membayar Rp 100 ribu untuk donasi 10 butir telur, t-shirt eksklusif dan pin, serta berkesempatan menjadi volunteer pendistribusian telur.
Talkshow dalam acara ini menghadirkan pembicara Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Dodi Ahmad Roswandi, S.Si., M.Si. serta dokter dan influencer Nabila Martasujana.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dr. Dodi Ahmad Roswandi, S.Si., M.Si., menyatakan bahwa kegiatan Charity Walk & Run 2023 punya makna bahwa intervensi penurunan stunting perlu percepatan.
"Idealnya berlari, boleh jalan, yang tidak boleh adalah diam di tempat. Charity merupakan implementasi kepedulian bersama," katanya.
Sedangkan, kolaborasi dan aksi nyata pemberian telur adalah sebagai langkah konkrit upaya perbaikan gizi masyarakat yang bersumber dari protein hewani.
"Perlu determinasi dan kolaborasi yang kontinuitas untuk mengintervensi Keluarga Beresiko Stunting," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/charityrundancharitywalk.jpg)