Silsilah Varietas Nani, Berawal dari Perempuan Pertama Penanam Tembakau di Cijambu Sumedang
Dalam perbincangan tembakau mole khas Kabupaten Sumedang, pastilah tersebut nama tembakau Nani.
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Dalam perbincangan tembakau mole khas Kabupaten Sumedang, pastilah tersebut nama tembakau Nani.
Ya, Nani adalah varietas tembakau unggul lokal yang kini telah dimasukkan ke dalam satu di antara tiga Indikasi Geografis (IG) tembakau.
Menurut keterangan dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum dan HAM RI, dikutip dari laman resminya, tembakau Nani disebut pula tembakau hitam.
"Varietas tembakau yang dibudidayakan adalah Nani. Daun yang memiliki paparan cahaya yang cukup. Daunnya tebal, kuat, bebas hama dan penyakit serta memiliki kadar air yang tinggi," tulis Dirjen HKI.
Lalu siapa Nani sebenarnya? Menurut Kepala UPTD Agrobisnis Tembakau Tanjungsari, Dadi Runadi, Nani adalah nama seorang perempuan yang ketika itu berprofesi sebagai pengajar.
"Tembakau sendiri dibawa VOC ke Nusantara pada abad ke-16. Khususnya di Sumedang, pada saat tanam paksa, Ibu Nani tersebut yang menanam tembakau di Gunung Putri, Cijambu, Tanjungsari. Sehingga terkenal tembakau Nani," katanya, Kamis (4/5/2023).
Sayangnya, Dadi tak menjelaskan lebih detail tahun berapa sosok bernama Nani itu hidup dan bagaimana kiprahnya dalam dunia tembakau selain hanya yang pertama menanam di Cijambu.
Gilar, Staf UPTD Agrobisnis Tembakau Tanjungsari menjelaskan, varietas Nani tersebut bertahan hingga kini dan menjadi kebanggaan masyarakat petani tembakau di Sumedang.
Namun, ketika ada pendataan Indikasi Geografis (IG) tembakau pada 2019, nama Nani tidak bisa jadi nama varietas karena itu nama orang.
"Nani masuk ke varietas Hanjuang. Ada 16 varietas tembakau di Sumedang dan dikelompokkan ke dalam 3 IG," kata Gilar.
Tiga IG tersebut adalah varietas Hanjuang yang ditanam di dataran tinggi dan umumnya ditanam di wilayah barat Sumedang, varietas Kenceh untuk dataran sedang, dan varietas Temangi untuk dataran rendah.
"Skala IG Tembakau ini provinsi, jadi penangkar benih bisa menjual benih tembakau itu ke luar daerah Sumedang.
Di Sumedang ada penangkar benih tiga benih tersertifikasi IG itu di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan; Cijambe, Kecamatan Paseh, dan; Desa Jembarwangi, Kecamatan Tomo.
"Dari setiap varietas yang telah tersertifikasi tersebut, petani dan pengolah wajib melakukan pengolahan berdasarkan varietas. Jadinya tembakau mole varietas tunggal. Dengan demikian, kualitas tetap terjaga," kata Gilar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Nanijenisvakolmile.jpg)