Bulan Syawal
Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan 6 Hari Secara Berturut-turut? Simak, Ini Penjelasannya
Berikut ini dia penjelasan mengenai apakah menjalankan ibadah puasa Syawal harus 6 hari berturut-turut atau bisa secara terpisah
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Nah, dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa praktik puasa Syawal bisa dilakukan dengan dua cara:
1. Dengan cara terus-menerus, misal dari tanggal 2 hingga tanggal 7 Syawal tanpa henti
2. Bisa dengan cara terpisah, misal tanggal 2 Syawal puasa, esoknya tidak, dan di tanggal 4 Syawal kembali puasa, begitu juga seterusnya.
Alhasil, puasa Syawal boleh dilakukan dengan cara apapun, baik terus-menerus maupun terpisah-pisah, sepanjang semuanya masih dilakukan di dalam bulan Syawal.
Baca juga: Rayakan Hari Raya dengan 65 Ucapan Lebaran Idul Fitri 1444 H untuk Kawan hingga Kolega
Dua cara ini sama-sama mendapatkan kesunnahan puasa pada bulan tersebut.
Hanya saja, yang lebih utama adalah dengan cara puasa terus-menerus selama 6 hari.
Jika tidak bisa, maka tetap dianjurkan untuk puasa dengan cara terpisah. Wallahu a’lam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ilustrasi-keluarga-buka-puasa-atau-sahur-saat-Ramadhan.jpg)