Tanah Longsor di Salawu
Kendaraan Mogok Perparah Jalur Mudik Singaparna
Selain hujan deras sepanjang sore, kejadian tanah longsor serta adanya beberapa kendaraan pribadi yang alami mogok menjadi faktor kemacetan jalur
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: ferri amiril
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Kabupaten Tasikmalaya, Aldi M Perdana
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Selain hujan deras sepanjang sore, kejadian tanah longsor serta adanya beberapa kendaraan pribadi yang alami mogok menjadi faktor kemacetan jalur mudik Singaparna tersebut.
“Sempat juga dibuka-tutup jalan karena ada petugas (red: BPBD dan Polres Tasikmalaya Polda Jabar) yang harus melakukan penyemprotan jalan untuk membuang material longsor di dekat Pos Polisi Tapal Kuda,” kata Ammy seorang pemudik.
Sebelumnya diberitakan, arus balik dari wilayah Tasikmalaya menuju Kabupaten Garut via Singaparna, diketahui telah terjadi kepadatan kendaraan pada Senin (24/4/2023) pukul 20.40 WIB kemarin.
Kepadatan kendaraan tersebut mengular mulai dari Kecamatan Cikunir hingga ke Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
AKP Dian Susila Setiana selaku Kepala Pos Pengamanan Simpang tiga Al-Furqon mengatakan, bahwa arus lalu lintas dari arah Kota Tasikmalaya yang melintasi Alun-alun Singaparna memang telah terjadi kepadatan sejak sore tadi.
"Terjadinya kepadatan ini, akibat adanya beberapa pengalihan arus dari Kecamatan Karangresik dan Kabupaten Ciamis ke Jalur Singaparna ini. Begitu pula di Kecamatan Mangunreja dari arah Kabupaten Garut menuju Kabupaten Tasikmalaya melewati Kecamatan Tanjungjaya," ungkapnya pada Senin (24/4/2023) di lokasi.
Tambahnya, pengalihan arus tersebut diberlakukan mengingat Jalur Gentong alami kepadatan arus lalu lintas dari kedua arah, yakni Tasikmalaya dan Garut.
“Ditambah juga, ada longsor di daerah Kecamatan Salawu, (Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat),” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/macet8jam.jpg)