Senin, 27 April 2026

Para Imam Masjid Agung Sumedang Ikuti Bimbingan Pembagusan Bacaan Al-Quran

Para imam Masjid Agung Sumedang mengikuti Tahsinul Qiraat atau bimbingan pembagusan bacaan Al-Quran pada Senin (10/4/2023), di Gedung Negara, Sumedang

Penulis: Redaksi | Editor: bisnistribunjabar
Istimewa
Para imam Masjid Agung Sumedang mengikuti Tahsinul Qiraat atau bimbingan pembagusan bacaan Al-Quran pada Senin (10/4/2023), di Gedung Negara, Sumedang. 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Para imam Masjid Agung Sumedang mengikuti Tahsinul Qiraat atau bimbingan pembagusan bacaan Al-Quran pada Senin (10/4/2023), di Gedung Negara, Sumedang.  

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan kualitas bacaan Al-Quran para imam ketika memimpin salat wajib lima waktu dan tarawih di masjid di sekitar Alun-alun Sumedang itu.  

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir yang juga Ketua DKM Masjid Agung Sumedang mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kefasihan bacaan imam. 

"Serta men-"tashih" (memberi label sahih) bacaan surat-surat Al-Quran yang dilantunkan oleh para imam masjid," kata Bupati dalam siaran tertulis yang diterima TribunJabar.id, Selasa (11/4/2023).  

Harapannya, semua imam dapat dengan benar dan sesuai kaidah membaca, saat melantunkan Al-Quran dalam memimpin salat. 

"Saya juga menyampaikan terima kasih kepada para imam yang telah melayani para jemaah Masjid Agung Sumedang," kata Dony. 

Menurutnya, Masjid Agung Sumedang merupakan masjid tingkat Kabupaten yang menjadi sandaran dan patokan di Kabupaten Sumedang dalam berbagai kebijakan maupun kegiatan, termasuk kualifikasi imam.

"Selaku bupati saya minta para imam terus melakukan perbaikan terus-menerus dan meningkatkan kualitas," ujarnya. 

Dikatakan bupati, untuk berubah perlu belajar, baik itu formal maupun non-formal. Tidak terkecuali dalam hal bacaan Al-Quran.

Dony berharap ilmu yang telah didapat dalam bimbingan dengan sebaik-baiknya bisa diimplementasikan, sehingga memiliki kredibilitas ilmu dan juga kompetensi Tahsin Quran dalam menjaga ritme dan kekhusukan ibadah umat. 

"Jangan pernah berhenti belajar. Tidak boleh puas dengan kondisi yang ada. Karena zaman berubah dan kita pun harus beradaptasi dengan perubahan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved