Tol Getaci

UPDATE Tol Getaci, Pemkot Banjar Tidak Setuju Gate Exite Diletakan Di Kertahayu Ciamis: Menyulitkan

(Bappelitbangda) Kota Banjar Tak Setuju Exit Tol Getaci Dibangun di Kertahayu Ciamis, ditakutkan akan menyulitkan pengendara

TribunMataram.com
Berikut Daftar 9 Desa di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat yang dilewati jalan tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap). Pembabasan lahan dimulai. Foto Ilustrasi 

TRIBUNPRIAGAN.COM - Rencana pembangunan Jalan Tol terpanjang di Indonesia, yakni Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci), nyatanya tak semulus yang dibayangkan.

Update terbaru progres pembebasan wilayah rancangan telah memasuki Kabupaten Bandung. 

Info terkini, badan Perencanaan Penelitian Pengembangan dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kota Banjar, Jawa Barat, mengungkapkan progres terbaru terkait rencana pembangunan exit tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) di wilayah Kota Banjar.

Bappelitbangda juga menyebutkan rencana penataan kawasan industri dan rencana pembangunan jalan lingkar Kedungcawung (Desa Karangkamulyan-Jajawar) sebagai pendukung Gate Tol tersebut.

Baca juga: UPDATE Terbaru 3 Desa di Kecamatan Bayan Purworejo yang Bakal Dilewati Jalan Tol Jogja-Cilacap

Kepala Bappelitbangda Kota Banjar, Soni Horison, mengatakan, sejauh ini Pemkot Banjar tidak setuju jika nantinya pembangunan Gate Tol Banjar ditempatkan di Desa Kertahayu Kabupaten Ciamis.

Hal itu, karena Gate Tol di Kertahayu dinilai kurang memberikan dampak positif perekonomian di Banjar.

Baca juga: Profil SDN 2 Ciparay, Sekolah di Ciamis yang Bakal Tergusur Proyek Tol Getaci, Selain SMAN 8 Garut

Akses menuju Gate Tol tersebut dari arah Banjar juga kurang mendukung.

Hal ini karena melewati tanjakan Tangungkerta yang memiliki kontur tanah yang curam.

“Akses tersebut akan menyulitkan kendaraan besar yang melintas. Terutama kendaraan pengangkut barang atau logistik,” kata Soni, Rabu (23/3/2022).

Soni menambahkan, untuk solusi atas permasalahan tersebut Kota Banjar mengusulkan 3 jalur alternatif Gate Tol.

Pertama, pergeseran akses exit tol Kertahayu ke Jalan Hussein Kartasasmita via Kelurahan Situbatu.

Kedua, pergeseran akses tol dari exit tol Kertahayu ke Jalan Hussein Kartasasmita via Desa Neglasari. Sedangkan alternatif ketiga dari exit tol Kertahayu ke Jalan Raya Banjar-Pamarican via Desa Sukajaya.

“Dari tiga alternatif itu usulan yang menjadi prioritas utama menjadi Gate Tol di Kota Banjar yaitu via Kelurahan Situbatu,” kata Soni Horison.

Baca juga: 4 Kecamatan dan 15 Kelurahan di Kota Tasikmalaya Terdampak Tol Getaci, Berikut Daftarnya

Adapun yang menjadi dasar prioritas Gate Tol di Situbatu tersebut antara lain terkoneksi langsung ke wilayah Banjar bagian barat. Saat ini aksesnya masih kurang, sehingga menunjang pembangunan lebih merata.

Selain itu, Gate Tol di Situbatu menunjang pengembangan kawasan wisata Situ Leutik, Ulin Ka Bapa dan pembangunan wisata pusat budaya sunda sehingga dapat menarik para wisatawan dan pengembangan ekonomi.

Berikutnya, kata Soni, adanya rencana pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Situbatu dan kawasan PT. Albasi Priangan Lestari dan rencana pembangunan rumah sakit tipe D di Situbatu.

“Juga rencana pengembangan stasiun Karangpucung menjadi terminal peti kemas untuk wilayah Timur Jawa Barat dan pengembangan TPSA Cibeureum dengan cakupan regional,” jelasnya.

Baca juga: 23 Desa 1 Kelurahan dan 4 Kecamatan di Ciamis akan Dilewati Pembangunan Tol Getaci, Ini Daftarnya

Lebih lanjut, Soni mengatakan selain usulan Gate tol Situbatu dan pengembangan kawasan industri.

Nantinya juga akan dilakukan pembangunan Jalan Lingkar Kedungcawung melintasi Desa Karangkamulyan-Jajawar.

Rencana Jalan Lingkar Kedungcawung tersebut sebagai pendukung rencana pembangunan Gate Tol di Situbatu, yang bertujuan untuk memperpendek jarak dari Ciamis ke Pangandaran yang melewati jalan nasional serta membuka akses Banjar bagian barat.

“Itu perencanaan untuk mendukung pengembangan kawasan exit tol. Terkait pelaksanaan nanti kita juga masih menunggu evaluasi RT RW di provinsi,” ujarnya.

Baca juga: 60 Hektare Tanah di 6 Dusun Kabupaten Ciamis Bakal Tergusur Tol Getaci

Diberitakan sebelumnya, Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sedang dalam tahap persiapan kajian pemecahan ruas untuk dilelang ulang.

”Untuk Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap masih dalam tahap persiapan kajian pemecahan ruas untuk pelelangan ulang,” ujar Kepala BPJT Danang, Selasa (28/3).

Jalan Tol Getaci akan melintasi dua provinsi yaitu Jawa Barat sepanjang 171,40 km dan Jawa Tengah sepanjang 35,25 km.

Dengan total 206,65 km menjadikan jalan tol itu sebagai ruas jalan tol terpanjang di Indonesia.

Tol tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Pembangunan Tol Getaci bertujuan memperlancar konektivitas dan meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di selatan Jawa Barat.

Baca juga: 5 Desa di Kecamatan Pamarican Ciamis Ini Tidak Terkena Pembangunan Tol Getaci

Tol Getaci terdiri atas 4 seksi, diantaranya Seksi 1 Junction Gedebage – Garut Utara (45,20 km), seksi 2 Garut Utara – Tasikmalaya (50,32 km), seksi 3 Tasikmalaya – Patimuan (76,78 km), dan seksi 4 Patimuan – Cilacap (34,35 km).

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, alasan dilakukan lelang ulang proyek pembangunan Jalan Tol Getaci karena tidak terjadi penandatanganan perjanjian dukungan pembiayaan perbankan atau financial close.

Dengan demikian target konstruksi Tol Getaci akan mundur, namun Hedy memastikan pengadaan lahan untuk jalan tol tersebut tetap berjalan.(*)

Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di : Google News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved