DPRD Sebut Kabupaten Sumedang Terlambat Bangun Infrastruktur Kesehatan
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Untuk daerah dengan luas 26 kecamatan, Kabupaten Sumedang masih minim sarana dan prasarana kesehatan berbentuk rumah sa
Penulis: Redaksi | Editor: bisnistribunjabar
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Untuk daerah dengan luas 26 kecamatan, Kabupaten Sumedang masih minim sarana dan prasarana kesehatan berbentuk rumah sakit.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumedang bahkan menyebut Sumedang terlambat dalam soal kesehatan.
"Sumedang ini terlambat dari sisi pembangunan sarana-prasarana kesehatan," kata Iwan Nugraha, Anggota DPRD Sumedang fraksi PKS di Sumedang, (Jumat (3/3/2023).
Dia mengatakan di Sumedang baru ada satu rumah sakit tipe B, yakni RSUD; Satu rumah sakit tipe C, yakni RS Pakuwon; Dan, satu rumah sakit tipe D, yakni RS Harapan Keluarga di Jatinangor.
"Tipe B di pusat kota sudah bagus. Tetapi idealnya, ada rumah sakit satelit di beberapa wilayah. Agar masyarakat mudah mengakses rumah sakit itu," kata Iwan.
Pemkab Sumedang idealnya menambah jumlah rumah sakit tipe C dan tipe D.
"Ini sudah kami usulkan dari dulu. Memang satu sisi kondisi ini kronis. Tapi juga di sisi lain tidak bisa instan," kata Iwan yang juga dokter.
Dia flash back pada pembangunan rumah sakit tanpa kelas di Tanjungsari. Peletakan batu pertama bangunan itu hanyalah yang pertama kalina ketika itu, tidak ada kelanjutannya.
"Batu pertama itu belum bertamnah lagi batunya," kata Iwan.
Iwan mengapresiasi Kabupaten Sumedang yang telah mendapat banyak penghargaan yang bersifat administratif.
Tetapi, katanya, hal-hal yang bersifat realitas di lapangan, masih banyak PR.
"Masih banyak PR. Khususnya untuk urusan kesehatan," katanya seraya menyebut masa kepemimpinan Dony Ahmad Munir- Erwan Setiawan yang tinggal kurang setahun sulit mengejar penyelesaian urusan kesehatan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/dr-H-Iwan-Nugraha.jpg)