Kamis, 28 Mei 2026

Berita Ciamis

Munggahan Bersama Antar Umat Beragama di Kampung Lebak

Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, warga lingkungan Kampung Lebak Jalan Pemuda Ciamis

Tayang:
Editor: ferri amiril
Tribun Priangan.com/Andri M dani
Munggahan bersama antar umat beragama di Kabupaten Ciamis 

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, warga lingkungan Kampung Lebak Jalan Pemuda Ciamis menyambut datangnya bulan puasa Ramadan 1444 H ini kembali  menggelar munggahan bersama.

Munggahan yang bersama yang diikuti oleh warga kampung dengan latar belakang berbagai keyakinan tersebut. Tidak hanya muslim, tetapi juga ada warga kristen, protestan serta khonghucu.

Sesuai dengan empat tempat ibadah  yang ada di kampung yang berada di RW 12 Kelurahan Ciamis tersebut. Yakni Masjid Al Mujahidin, Gereja Santo Yohanes Sang Pembaptis, Klenteng Hok Tek Bio dan Lithang Makin. Keempat tempat ibadah tersebut sudah berdiri sejak lama. Dan jamaahnya saling rukun sesama.

"Di RW 12  Kampung Lebak ini,  warganya memang berlatarbelakang agama yang berbeda-beda. Kebanyakan sesuai dengan 4 tempat ibadah yang ada di sini. Yakni masjid, gereja, klenteng dan Lithang Makin,” ujar Ketua RW 12 Kampung Lebak Jalan Pemuda Ciamis, Mohammad Asyari Riyadi yang akrab dipanggil Pak Asep kepada TribunPriangan.com Jumat (17/3/2023).

Keempat rumah ibadah yang ada di Kampung Lebak tersebut menurut Asep  sudah ada dari dulu. Paling tua Klenteng Hok Tek Bio, umurnya sudah lebih dari seratus tahun.

Dengan latar belakang keyakinan yang berbeda-beda tersebut, warga Kampung Lebak menurut Asep punya tradisi kegiatan  bersama. Seperti sekarang ini, saat menyambut datangnya bulan suci Ramadan, warga menggelar munggahan bersama.

Sebelum makan bersama menyambut datangnya bulan Ramadan (munggahan), warga setempat baik itu jamaah masjid, jemaat gereja, umat Khong Hucu maupun Makin terlebih dahulu bebersih tempat ibadah secara bersama-sama.

Warga bersenjatakan sapu lidi dan sosodok  mulai kegiatan bebersih tempat ibadah tersebut dari halaman Masjid Al Mujahidin. Kemudian berlanjut ke halaman Gereja Santo Yohanes. Terus ke lingkungan  Klenteng Hok Tek Bio berakhir di Lithang MAKIN.

Dalam kegiataan bebersih bersama tempat ibadah tersebut tidak hanya warga yang terlibat tetapi juga tampak Romo Mikael dan Romo Gatot dari Gereja Katolik Santo Yohanes, berikut  rohaniawan  Khonghucu Jiao Sheng Widi Priatno.

Mereka kelihatan  sama-sama memegang sapu ikut bebersih mulai dari halaman masjid, halaman gereja, halaman  klenteng dan halaman Litang Makin serta jalan dimana tempat-tempat ibadah yang saling berdekatan itu berada.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Ciamis KH Koko Komarudin dan sekretarisnya Dr Sumadi Jo tampak hadir. Berikut sekretaris Badan Kesbangpol Dadang Mudiyana dan jajarannya.  Serta Lurah Ciamis, Wahyu  lengkap dengan seklur, babinsa dan babinkamtibmas.

Sampah-sampah yang terkumpul  langsung diambil oleh petugas kebersihan dari Dinas DPRKPLH Ciams yang  sudah siaga dan juga ikut bebersih.

Usai kegiatan bebersih tempat ibadah tersebut,  kemudian berlanjut dengan tradisi makan bersama (munggahan) menyambut  datangnya bulan suci Ramadan.

Munggahan bersama umat lintas agama tersebut berlangsung di badan Jalan Pemuda depan Masjid Al Mujahidin atau di seberang halaman Gereja Katolik Santo Yohanes.   

Katel berisi nasi liwet lengkap dengan beragam lauk pauknya  tersebut digelar di atas karpet dan tikar. Suasana kerukunan sangat terasa sekali. Umat berbagai agama yang nota benenya warga Kampung Lebak tersebut terlihat saling berbagi saling melayani. Ramai-ramai makan secara lesehan.

Bahkan Romo Mikail tidak sungkan-sungkan berkeliling membagi-bagikan tahu yang sudah digoreng. Begitu juga ayam goreng.

“Ternyata untuk menjaga toleransi dan kerukunan tidak terlalu rumit. Malah sangat sederhana. Misalnya lewat munggahan bersama, makan bersama. Gotong royong saling bebersih halaman tempat ibadah. Suatu kegiatan bersama yang sangat berkesan,” ujar Romo Gatot  dri Gereja Katolik Santo Yohanes.

Menurut Ketua FKUB Ciams, KH Koko Komarudin, kebersamaan dan kerukunan sudah lama terjalin di Kampung Lebak ini. Sehingga wajarlah kalau Kampung Lebak ditetapkan sebagai Kampung Kerukunan di Ciamis.

Setiap menjelang hari-hari keagamaan di Kampung Lebak ini menurut KH Koko Koamrudin dari Ponpes Darussalam tersebut selalu ada kegiatan bersama. Seperti menjelang bulan puasa, ada  munggahan bersama.  Demikian juga ada kegiatan bersama menjelang Natal, menjelang Tahun Baru Imlek dan menjelang Lebaran. Terutama bebersih tempat ibadah secara bersama-sama.

“Ada 4 tempat ibadah di Kampung Lebak ini sebagai wujud kerukunan,” ujar KH Koko Komarudin, Ketua FKUB Ciamis.(*)

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved