Video Ayah dan Anak Minum Air Seperti Racun, Begini Fakta Sebenarnya
Seorang ayah di Garut membuat heboh lini masa media sosial, setelah dirinya mengunggah video
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Seorang ayah di Garut membuat heboh lini masa media sosial, setelah dirinya mengunggah video tengah meminum racun bersama seorang anaknya.
Dalam unggahannya itu ia berdua tengah duduk berhadapan sembari menuangkan air ke dalam wadah yang berisi racun, lalu keduanya meminum cairan tersebut bergantian.
"Tah bisi teu percaya, geus paeh we jeung budak. Tah aing meuli temik loba. Indit aing mah jeung budak ah (Ini lihat jika tidak percaya, udah mati saja sama anak, ini lihat saya beli tenik (racun tikus) banyak, berangkat (meninggal) saya bersama anak ah)," ujarnya dalam unggahan tersebut yang terpantau di wilayah Priangan Timur, Kamis (2/3/2023).
Sang anak kemudian dipersilahkan oleh ayahnya untuk meminum cairan tersebut, lalu aksi itu dilakukan saling bergantian.
Dalam video itu juga sang ayah mengajak dan mengungkapkan kepada anaknya untuk ikut bersamanya, lantaran sudah pedih menjalani hidup.
"Inum ieu keur maneh, bae jang hayu wang indit bareng jeung bapak, ridho jang? sok nyarita ka indung maneh (minum ini buat kamu, tidak apa-apa nak, ayo berangkat bareng bapak, ridho nak? silahkan bilang ke ibu kamu," ungkapnya.
Viral nya unggahan itu kemudian ditelusuri oleh pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut kemudian diketahui direkam oleh warga Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kapolsek Pakenjeng AKP Patri Arsono, mengatakan serbuk yang diminum tersebut bukan racun tikus, melainkan debu yang diambil dari tungku.
Ia menuturkan sosok ayah dalam video tersebut bernama Agus Suhendar warga Desa Jayamekar.
"Kondisi keduanya saat ini sehat, itu bukan racun tapi debu dari tungku. Dia melakukan itu karena kesal ditinggal istri," ujarnya saat dihubungi, Kamis (2/3/2023).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ilustrasi-keracunan-makanan.jpg)