Bupati Tasik Sebut Faktor Ini yang Bisa Mencegah Stunting
Pencegahan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu agenda pemerintah daerah.
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: ferri amiril
Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Pencegahan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu agenda pemerintah daerah.
Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengatakan bahwa pihaknya masih terus berupaya melakukan pencegahan kasus stunting baru, salah satunya ialah mempersiapkan para calon orang tua supaya menyadari pentingnya nilai-nilai kesehatan.
"Dalam pencegahan kasus stunting ini, kami akan melibatkan seluruh lapisan, termasuk para calon pengantin yang akan diberikan pemahaman soal ini," lengkapnya kepada TribunPriangan pada Kamis (26/1/2023).
Perlu diketahui, sebanyak 15.000 anak, atau 24,4 persen dari jumlah anak serta bayi yang ditimbang di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan.
Angka tersebut dilansir dari hasil survei status gizi balita Indonesia pada 2021 lalu.
“Para penyuluh agama harian, untuk mempersiapkan calon-calon pengantin, (sehingga mencegah stunting) dimulai dengan orang tua anak yang sehat dulu,” jelas Ade.
Lanjutnya, pemerintah daerah akan bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) guna mempersiapkan calon-calon pengantin tersebut.
Sebagai tambahan, pasca dikeluarkannya Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 (Perpres 72/2021), target angka stunting di tahun 2024 harus berada di bawah angka 14 persen.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Bupati-Tasik-Ade-Sugianto.jpg)