Wisata Religi Situs Jambansari Ciamis, Sering Dikunjungi Calon Pejabat Ketika Hendak Pemilihan

Wisata Religi Situs Jambansari Ciamis, Sering Dikunjungi Calon Pejabat Ketika Hendak Pemilihan

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Tribun Priangan/Ai Sani Nuraini
Situs Jambansari Ciamis terdapat makam Bupati Galuh, Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, pada masa kepemimpinan tahun 1839-1886. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Situs Jambansari merupakan salah satu tempat bersejarah yang terletak di tengah perkotaan Ciamis.

Situs Jambansari kerap kali menjadi tujuan wisata, terutama wisata religi.

Di situs Jambansari ini terdapat makam Bupati Galuh (sekarang Ciamis), Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, yang memimpin pada 1839-1886.

Baca juga: Jadi Kader Gerindra Masa Depan Perwakilan Ciamis, Aura Bangga Bisa Berdaya di Masa Muda

Untuk menuju situs Jambansari ini pengunjung bisa memasuki dua gerbang yang tersedia.

Gerbang utamanya berada di Jalan RAA Kusumadiningrat, Kelurahan Ciamis dan gerbang kedua berada di Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Linggasari.

Konon situs tersebut memiliki keberkahannya tersendiri. Faktanya, situs ini seringkali didatangi oleh calon pejabat saat mereka hendak mengikuti pemilihan, baik pemilihan kepala desa, kepala daerah hingga pemilihan anggota dewan.

Situs Jambansari1
Situs Jambansari Ciamis terdapat makam Bupati Galuh pada masa kepemimpinan tahun 1839-1886 bernama Raden Adipati Aria Kusumadiningrat.

"Banyak masyarakat dengan budaya islami yang senang dengan tazkiroh singkatan dari tawasul, dzikir dan ziarah. Intinya beribadah kepada Allah SWT. Selama saya di sini dari berbagai kalangan, mulai kalangan bawah, menengah sampai atas seringkali datang ke sini," ujar Juru Kunci Situs Jambansari, Nandang Sembada, Rabu (25/1/2023).

Total ada sekitar 250 makam keturunan RAA Kusumadiningrat yang dimakamkan di situs sejarah Jambansari.

"Sampai saat ini yang tercatat sekitar 250 makam. Terbaru itu ada yang meninggal tahun 2021 karena terserang covid, beliau ini merupakan keturunan kelima dari Eyang Prabu (Kusumadiningrat)," tambah Nandang.

Baca juga: Bupati Ciamis Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pondok Pesantren Al Bahjah di Kecamatan Panjalu

Nandang bercerita, di makam tersebut sering diadakan acara tawassul setiap malam Selasa setelah magrib.

Biasanya banyak pengunjung juga yang datang dari luar kota seperti Tasikmalaya.

Tak jarang peziarah juga datang pada waktu musimnya pemilihan. Warga yang memiliki maksud dalam pemilihan itu biasanya datang ke sini untuk ziarah dan berikhtiar.

Baca juga: Program Kultum Zuhur di Ciamis Diharapkan Jadi Benteng Anak Terhindar dari Perilaku Menyimpang

"Dengan bermunajat intinya syariat, semoga di tempat yang penuh barokah ini kiranya keinginannya bisa terkabul dengan bertawasul dan berdoa di sini. Ada juga sebagian individu yang ketika ada pemilihan anggota dewan, sampai tingkat bupati atau ketika ikut perlombaan. Artinya sudah lumrah," kata Nandang.

Nandang pun mengungkapkan dalam hal ini sebagai juru kunci menjadi sebuah ladang syiar dakwah dirinya.

Baca juga: Petugas Damkar Ciamis Evakuasi Ular Sanca di Rumah Adiet, Ini Tips Terhindar dari Serangan Ular

Intinya untuk mengingatkan para peziarah, ketika sedikit saja ada niat melenceng dalam tujuan berziarah maka dapat mendekati kekufuran.

"Syirik ini sangat dekat makanya jangan sampai kita melenceng dalam tujuan berziarah. Apalagi kalau yang lagi kepepet atau dengan niatan jelek lainnya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Priangan

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved