Berita Viral

Viral Video Petani Buang-buang Tomat Hasil Panen, Kementan: Kami Cek ke Lapangan

Kementerian Pertanian (Kementan) buka suara terkait video viral yang memperlihatkan dua petani membuang tomat lantaran harganya yang jatuh.

Kompas.com
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto memastikan bahwa hingga awal tahun 2018 stok cabai dan bawang, baik merah atau putih di pasar aman dan terkendali, Jakarta, Jumat (29/12/2017).(KOMPAS.com/MOH NADLIR) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) buka suara terkait video viral yang memperlihatkan dua petani membuang tomat lantaran harganya yang jatuh.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengecek fakta kebenaran video tersebut lantaran tidak mau terburu-buru dan salah mengambil tindakan.

"Saya sudah tunjuk ke lapangan buat cek, yang dibuang-buang kan enggak banyak," ujarnya saat dijumpai di DPR RI Senayan, Selasa (24/1/2023) .

"Kita lihat nanti seperti apa, situasi di lapangan seperti apa. Jangan-jangan barang busuk. Kita enggak tahu faktanya sepeti apa," sambung Prihasto.

Baca juga: Petani Cabai Hijrah ke Perbatasan Tasik karena Lahan Tak Subur

Baca juga: Lahan Pertanian Indonesia Makin Menyusut, Wapres : Bisa Jadi Ancaman Ketahanan Pangan Kita

Kementerian Pertanian (Kementan) buka suara terkait video viral yang memperlihatkan dua petani membuang tomat lantaran harganya yang jatuh.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengecek fakta kebenaran video tersebut lantaran tidak mau terburu-buru dan salah mengambil tindakan.

"Saya sudah tunjuk ke lapangan buat cek, yang dibuang-buang kan enggak banyak," ujarnya Dikutip dari Kompas.com saat dijumpai di DPR RI Senayan, Selasa (24/1/2023) .

"Kita lihat nanti seperti apa, situasi di lapangan seperti apa. Jangan-jangan barang busuk. Kita enggak tahu faktanya sepeti apa," sambung Prihasto.

Dia menuturkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dan akan menindaklanjuti langkah apa sebaiknya yang harus dilakukan.

Baca juga: Buka Mimbar Sarasehan KTNA, Bupati Ciamis Harapkan Petani Tetap Optimis Ditengah Isu Resesi 2023

"Sekarang kita tindaklanjuti bersama sama. Pemerintah Daerah apa yang dilakukan, Provinsi apa yg dilakukan baru Pemerintah Pusat apa yang dilakukan. Negara ini bukan Pemerintah Pusat doang kan," ungkapnya.

Adapun sebelumnya, tersebar di media sosial video yang memperlihatkan dua petani membuang dua kotak kayu berisi tomat ke jurang.

Dalam caption video, disebutkan bahwa petani kesal lantaran harga jual tomat anjlok. Kedua petani itu lalu membalikkan kotak kayu itu sehingga tomat matang jatuh ke jurang di tepi sungai. Sementara di dalam bak mobil terlihat masih ada puluhan peti kayu berisi tomat.

Baca juga: Situs Jambansari Kurang Terawat, Juru Kunci Berharap Yayasan dan Dinas Terkait Lebih Peduli

"Pasarannya lagi sepi, peminatnya kurang, sedangkan yang panen banyak, sekarang harga hanya Rp 800, enggak ketutupan sama modalnya," kata Pudin dikutip dari Kompas.com, Selasa (24/1/2023).

Pada bulan lalu harga tomat berkisar Rp 4.000 per kilogram, namun saat ini turun jadi cuma Rp 600 hingga Rp 800 per kilogram.

Menurutnya, dalam sekali panen petani bisa menghasilkan 400 hingga 500 kotak tergantung luas lahan tanam.(*)

Sumber: Kompas

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved