Kasus Investasi Bodong Katering

UPDATE Korban Investasi Bodong Katering Bertambah, Kapolsek Darma Sampaikan Begini

Jumlah korban investasi bodong bisinis katering terus bertambah hingga mengunjungi Mapolsek Darma

Tribun Priangan/ Ahmad Ripai
Kapolsek Darma IPTU Bambang sedang menerima laporan warga yang menjadi korban investasi bodong bisnis katering  

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNPRIANGAN.COM,KUNINGAN - Jumlah korban investasi bodong bisinis katering terus bertambah hingga mengunjungi Mapolsek Darma.

Hal itu terjadi sekitar jam 10. 00 WIB hingga tadi sore sekitar jam 4.00 WIB.

"Bertambahnya jumlah korban investasi bodong itu sebenarnya dari kemarin. Atau sejak kasus ini di limpahkan ke Polres beberapa hari lalu," kata Kapolsek Darma IPTU Bambang saat ditemui di sela aktivitasnya di Mapolsek Darma, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Kesaksian SI Akui Punya Firasat Sebelum Ibu dan Adiknya Pindah ke Bekasi, Tewas Diracun Ayah Tiri

Kapolsek Darma ini mengatakan, para korban yang berdatangan itu sebatas melapor atas kerugian terjadi pada para korban. Apalagi usaha dugaan bisnis katering bodong ini berlangsung cukup lama.

"Dari sekian banyaknya korban melapor atas kerugian dugaan penipuan tersebut. Kalkulasi uang jika di nominalkan hingga kini sebesar 3.5 miliaran," katanya.

Kemudian, kata Kapolsek Darma mengungkap, selain memberikan pelayanan terhadap korban tersebut, tindakan sosialisasi dan pengawas terhadap lingkungan terus dilakukan. Apalagi terhadap  salah satu desa yang menjadi domisili pelaku dugaan penipuan tersebut.

Baca juga: Mengenal Gerindra Masa Depan di Kabupaten Ciamis, Siapkan Regenerasi Perjuangan Partai

"Ya, selain kami menerima laporan dari korban yang merasa rugi. Kami tetap memberikan pelayanan dan ketertiban lingkungan masyarakat, terutama di lingkungan warga si terduga yang menjadi domisilinya," katanya.

Informasi sebelumnya, sejumlah warga sekaligus korban investasi bodong dengan modus bisnis katering, di Kecamatan Darma, makin bertambah. Hal itu seperti yang di alami sebanyak 8 warga Desa Cikupa, Kecamatan Darma, yang menjadi korban.

"Untuk warga kami yang menjadi korban investasi bodong itu ada sebanyak 8 orang, jumlah itu diketahui dari beberapa informasi dan korban yang merasa di rugikan dalam kerjasama bisnis katering," kata Nana yang juga Kepala Urusan Ekonomi dan Pembangunan Desa Cikupa, saat memberikan keterangan kepada TribunCirebon.com, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Tahukah Anda, Efek Samping Vaksin pada Wanita Lebih Buruk Dibanding Pria, Ini Penjelasannya.

Muncul kerugian yang di alami warga desa setempat, kata Nana mengklaim tidak mengetahui persis sebab akibat sebelumnya. Namun, dalam beberapa hari kebelakang itu banyak warga yang menjadi korban mengaku tergiur dengan kerjasama yang dilakukan Inisial AM dalam usaha katering.

"Soal ibu AM yang bisnis katering hingga melibatkan warga kami, saya tidak tahu. Tapi, baru - baru ini banyak warga yang mengaku telah dirugikan dengan AM tersebut," katanya.

Nana menyebut, sosok AM ini merupakan warga Desa Parung, yang tidak jauh dari lingkungan Desa Cikupa. "Ya sebenarnya, AM itu warga Desa Parung, masih tetangga desa saya," katanya.

Baca juga: Kota Bandung Sempat Dijuluki Gotham City, Ketua Karang Taruna Minta Polisi Tindak Tegas Kejahatan

Berita sebelumnya, dugaan kasus investasi bodong dengan modus usaha catering yang menimbulkan korban sebanyak 21 orang di Desa Cikupa, Kecamatan Darma, mendapat tanggapan dari Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Muhammad Hafid Firmansyah mewakili Kapolres AKBP Dhany Aryanda.

Halaman
123

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved