Cerita Mang Duren Penjaga Klenteng Hok Tek Bio, Dua Pekan Lilin Harus Menyala

Durani Supriyanto (49) sudah 18 tahun bekerja sebagai penjaga (biokong) di Klenteng Hok Tek Bio.

Editor: ferri amiril
Tribun Priangan.com/Andri M dani
Kelenteng Hok Tek Bio, Ciamis 

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Durani Supriyanto (49) sudah 18 tahun bekerja sebagai penjaga (biokong) di Klenteng Hok Tek Bio.

Tentu sudah 18 kali pergantian tahun pria  yang akrab dipanggil  Mang Duren merasakan meriahnya malam tahun baru Imlek di klenteng yang berada di pertigaan Jalan Ampera dan Jalan Pemuda Ciamis tersebut.

Menjelang tahun baru Imlek, merupakan kesibukan tersendiri bagi Mang Duren. Tidak hanya sekedar menjaga lingkungan klenteng tetap terjaga bersih. Lampu-lampunya menyala bila datang malam.

Namun menjelang tahun baru Imlek, beberapa bagian klenteng dicat ulang. Terutama pelataran halaman.

Lampu-lampu  lampion yang tergantung di langit-langit klenteng diturunkan, dibersihkan dan kemudian dipasang kembali. Umbul-umbul, bendera dan rangkaian lampion dipasang pula di halaman dan di sisi jalan sekitar klenteng.

Baca juga: Persiapan Tahun Baru Imlek, Ini yang Dilakukan Moses dan Keluarganya di Ciamis

Puluhan pasang lilin-lilin raksasa mulai ukuran 50 kati sampai 1.000 kati pun berdatangan untuk dinyalakan tepat pukul 00.00 WIB malam pergantian tahun Imlek.

 Termasuk datangnya tahun baru Imlek 2574 Kongzili , Sabtu (21/1/2023) tengah malam.

“Nanti pas tengah malam, puluhan lilin ini akan dinyalakan serentak. Pas detik-detik pergantian tahun Imlek,” ujar Mang Duren kepada TribunPriangan.com Sabtu (21/1/2023).

Menjelang detik-detik malam pergantian tahun Imlek tersebut, Mang Duren tidak hanya mempersiapkan deretan lilin yang sudah dipajang di dalam klenteng tetapi juga yang berderet di  ruang sudut halaman  klenteng.

Altar juga sudah dipersiapkan di halaman.

“Nanti malam menjelang tengah malam juga buah-buahan disiapkan,” katanya.

Ketika deretan puluhan lilin-lilin raksasa ukuran 1.000 kati (sepasang), 500 kati (3 pasang), 200 kati (2 pasang), 100 kati (8 pasang), 50 kati ( 10 pasang) dan 25 pasang lilin ukuran 20 kati dinyalakan tepat pukul 24.00 Sabtu (21/1/2023) atau pukul 00.00 Minggu (22/1/2023). Adalah tugas Mang Duren, selaku biokong untuk menjaga puluhan pasang lilin raksasa tersebut menyala selama dua pekan ke depan.

“Selama dua minggu itu pula saya tidak pulang ke rumah. Tinggal di klenteng, untuk menjaga agar lilin tetap nyala. Mungkin ada saja lilin yang padam karena tertiup angin, dan kemudian dinyalakan kembali,” ujar Mang Duren.

Tak hanya menjaga agar lilin tetap nyala, Mang Duren juga setiap hari selama dua minggu tersebut membersihkan lelehan lilin yang sudah mengeras beku di lantai atau di batang lilin itu sendiri. Agar lilin tetap nyala dan terjaga bersih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Priangan
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved