Setelah UU Perkawinan Direvisi, Angka Pernikahan Dini di Pengadilan Agama Ciamis Meningkat

Setelah UU Perkawinan Direvisi, Angka Pernikahan Dini di Pengadilan Agama Ciamis Meningkat

Tribun Jabar
ilustrasi pernikahan dini 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Andri M Dani

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Tingginya angka pernikahan dini (nikah di bawah umur) di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran selama tiga tahun terakhir merupakan dampak logis dari revisi UU Perkawinan.

Semula sesuai dengan ketentuan pasal 7 ayat (1) UU No 1 tahun 1974 (UU Perkawinan), usia minimal syarat seorang laki-laki untuk menikah adalah 19 tahun, sementara usia minimal perempuan 16 tahun.

Berdasarkan ketentuan, perempuan usia 16 tahun dinilai cukup umur untuk menikah, sehingga tidak perlu mengajukan permohonan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama (PA) IA Ciamis.

Baca juga: Baru 3 Hari Nikah, Ternyata Ini Alasan Ratu Rizky Nabila Minta Cerai, Merasa Direndahkan Keluarga

Namun setelah ketentuan pasal 7 ayat (1) UU No 1 tahun 1974 direvisi dalam UU No 16 tahun 2019 (perubahan UU No 1 tahun 1974), usia minimal laki-laki menikah tetap yakni usia 19 tahun.

Sementara perempuan untuk menikah usia minimal juga 19 tahun. Atau wanita memenuhi syarat cukup umur untuk menikah juga di usia 19 tahun, sama dengan laki-laki.

Berdasarkan ketuntuan UU No 16 tahun 2019 yang diundangkan atau diberlakukan mulai tanggal 15 Oktober 2019, laki-laki maupun perempuan yang usianya di bawah 19 tahun untuk menikah harus mengajukan dispensasi menikah ke PA Kelas IA Ciamis.

Baca juga: Beredar Soal Isu Nikah Siri, Nissa Sabyan dan Ayus Pilih Bungkam hingga Pilih Lakukan Ini

Oleh sebab itu, mulai tahun 2020, pengajuan permohonan dipensasi nikah ke PA Kelas IA Ciamis meningkat tajam.

Jumlah pernikahan dini pun naik berkali lipat, seperti yang terjadi di PA Kelas IA Ciamis.

Menurut Panitera Muda (Panmud) Hukum PA Kelas I A Ciamis, Yayah Nuriyah, jumlah permohonan dispensasi nikah yang diajukan ke PA Ciamis tahun 2018 hanya 85 permohonan. Sebanyak 78 permohonan yang dikabulkan.

Baca juga: Takdir Berkata Lain, Calon Pengantin di Cugenang Batal Nikah Karena Gempa Cianjur

Artinya, pada 2018, terdapat 78 perkawinan dini terjadi di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran yang menjadi wilayah hukum PA Kelas IA Ciamis.

Pada tahun 2019, permohonan dispensasi nikah mulai meningkat. Terlebih setelah diberlakukannya UU No 16 tahun 2019 (perubahan UU Perkawinan) mulai tanggal 15 Oktober 2019.

Total permohonan dispensasi nikah pada 2019 sebanyak 316 permohonan, terbanyak pada tiga bulan terakhir 2019 mulai Oktober, November, dan Desember.

Baca juga: Ini Dia Mojang Pinilih Ciamis, Kuasai Tiga Bahasa Ini dari Belajar Otodidak

Dari jumlah tersebut, sebanyak 296 permohonan dikabulkan. Sebanyak sembilan permohonan dicabut, dan 12 permohonan menjadi sisa perkara yang ditangani pada tahun berikutnya, 2020. Artinya, pada 2019 terjadi 296 pernikahan dini.

Pada 2020 terjadi ledakan angka pernikahan dini. Permohonan dispensasi nikah mencapai angka 823 permohonan atau hampir 10 kali lipat permohonan dispensasi nikah yang diajukan ke PA Ciamis tahun 2018.

Sebanyak 811 permohonan dikabulkan. Sisanya permohonan dicabut (4 perkara), ditotak (1 permohonan), gugur (2 perkara), dicoret dari register (1 perkara) dan 4 sisa perkara dilimpahkan ke tahun sidang berikutnya, 2021.

Baca juga: Jajaka Pinilih Ciamis Ternyata Punya Hobi dan Jago dalam Hal Ini

Jadi pada 2020, terjadi 811 pernikahan dini di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran.

Tahun 2021, permohonan dispensasi nikah yang masuk ke PA Kelas IA Ciamis sebanyak 787 permohonan dikabulkan atau diputus 786 permohonan.

Tahun 2022, ada 556 permohonan dispensasi nikah dan diputus 554 permohonan nikah dini. Lalu dua permohonan sisa disidang dan diputus awal tahun 2023 ini. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved