Kisah Kue Keranjang Versi Perjalanan Jauh, Dinilai Miliki Kalori Tinggi

Ada cerita unik dari kue keranjang (jawadah korang), penganan khas tahun baru Imlek.

Editor: ferri amiril
Kompas.com
Kue keranjang atau dodol khas China, biasa disajikan saat Imlek. (SHUTTERSTOCK/RIZVISUAL) 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Tasikmalaya, Firman Suryaman

TRIBUNPRIANGAN.COM, TASIKMALAYA - Ada cerita unik dari kue keranjang (jawadah korang), penganan khas tahun baru Imlek.

Penganan yang berbahan baku utama beras ketan dan gula aren ini ternyata zaman dulu menjadi kue menemani perjalanan.

"Jaman dulu di mana moda angkutan tak bisa cepat, membekali diri dengan kue keranjang sebagai cemilan menjadi tepat," kata pengrajin kue keranjang di Jalan Selakaso, Kota Tasikmalaya, Jumat (13/01/23) sore.

Kenapa begitu, karena kue keranjang memiliki daya tahan cukup lama bisa bertahan selama sebulan, bahkan satu tahun.

"Itu cerita orang tua dulu, kalau bepergian itu lama. Karenanya selalu membawa bekal kue keranjang," ujar Hom Sen.

Baca juga: Kota Tasikmalaya Cuacanya Hari Ini Turun Hujan Siang Hari

Dengan berbekal kue keranjang, perut tak akan kelaparan walau menempuh perjalanan lama, karena terganjal kue keranjang yang memiliki kalori cukup tinggi.

Ia menyebutkan, proses pembuatan kue keranjang membutuhkan waktu menggodok beras ketan dengan gula aren sekitar 12 jam.

Setelah itu ditiriskan cukup lama dalam kemasan plastik yang dibentuk bulat pipih khas kue keranjang.

Kue baru bisa dikonsumsi jika tekstur kue keranjang sudah tak lembek lagi.

Selain itu, kue keranjang juga memiliki kalori yang cukup sebagai pengganjal perut saat makanan belum didapatkan selama perjalanan.(*) 

Baca juga: Muncul Isu Keretakan di DPD Nasdem Kota Tasikmalaya, Azis Tegaskan Dirinya Masih Menjabat Ketua

Sumber: Tribun Priangan
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved