Kemenlu Sebut Puluhan Ribu Kasus PMI Telah Ditangani, Namun Tak Semua Pulang ke Indonesia

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI telah menangani 31.000 kasus yang bertalian dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di seluruh dunia. 

Editor: ferri amiril
Tribun Jabar/Kiki Andriana
PMI asal Sumedang dan ratusan PMI Indonesia lainnya disekap di gedung Arco (agen tenaga kerja di Riyadh, Arab Saudi), Sabtu (10/12/2022) dini hari. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI telah menangani 31.000 kasus yang bertalian dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di seluruh dunia. 

Kasubdit Perlindungan WNI Timur Tengah Kemenlu RI, Ahmad Baihaqi mengatakan bahwa kasus-kasus yang ditangani tak sedikit pula yang terjadi di Timur Tengah. 

Namun, setiap kasus yang ditangani tidak selalu berujung pemulangan PMI ke Indonesia. Sebab, jenis kasus yang dihadapi pun beragam. Lalu ketika kasus selesai, ada pula PMI yang tak perlu pulang. 

"Misalnya kasus pidana. Jika PMI dinyatakan tak bersalah, ya kasusnya selesai tapi PMI tetap tinggal," kata Ahmad. Kasus-kasus yang dihadapi mulai dari urusan ketenagakerjaan, pidana ringan, hingga pidana berat yang berisikan tuntutan hukuman mati. 

PMI untuk pekerjaan domestik telah dilarang ke Timur Tengah oleh Pemerintah RI sejak tahun 2015. Namun, nyatanya masih ada saja yang secara tidak prosedural berangkat atau diberangkatkan oleh agen ke Timur Tengah. 

Baca juga: Florawisata Jans Park Jatinangor Alami Kenaikan Pengunjung

Menyikapi itu, Kemenlu membentuk sebuah sistem khusus pemberangkatan PMI ke Arab Saudi. Yakni, Sistem Pemberangkatan Satu Kanal yang pengaturan teknisnya telah ditandatangani Agustus 2022 di Bali. 

"Kemenlu nantinya akan memberikan legalitas kepada segelintir penyalur saja. Dengan begitu akan diketahui siapa saja yang dikirimkan, dikirimkan ke mana, dan kapan dipulangkan, itu akan memudahkan penanganan jika PMI tertimpa persoalan," kata Ahmad. 

Ahmad mengatakan paling banyak PMI tertimpa kasus adalah di Malaysia dan Arab Saudi. 

"Sayangnya PMI juga ada yang tahu risiko jika berangkat secara ilegal. Tapi hal itu diulangi karena mereka merasa aman, satu atau dua kali berangkat dalam keadaan selamat, sehingga melakukannya lagi," kata Ahmad.(*)

Baca juga: PMI Asal Sumedang yang Disekap akan Dipulangkan

Sumber: Tribun Priangan
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved