Rights Issue BSI Oversubscribed 1,4 Kali, Kinerja BSI Dipercaya Investor Dalam dan Luar Negeri
Rights Issue BSI Oversubscribed 1,4 Kali, Kinerja BSI Dipercaya Investor Dalam dan Luar Negeri
Penulis: Nappisah | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Nappisah
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Aksi korporasi rights issue PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 1,4 kali.
Hal ini menunjukan bahwa investor baik dari dalam dan luar negeri semakin percaya terhadap kinerja bank bersandi saham BRIS tersebut.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan aksi korporasi ini selain berhasil meningkatkan free float sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tapi juga menunjukan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap kinerja fundamental perseroan.
Baca juga: Dukung Digitalisasi Ekosistem Masjid, BSI Region 6 Bandung Raih Penghargaan AJEG Jabar 2022
“Alhamdulillah, rights issue yang kami lakukan berjalan lancar dan penyerapan saham oleh investor institusi baik domestik maupun asing serta publik sangat baik, di mana terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed atas saham yang diterbitkan sebanyak 1,4 kali pada saat penawaran,"ujar Hery, dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (27/12/2022).
Pada rights issue ini, Bank Mandiri merupakan pemilik 50,83 persen saham perseroan melaksanakan seluruh HMETD.
Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI yang memiliki 24,85 persen saham BRIS telah melaksanakan sebagian HMETD atau 500 juta saham.
Baca juga: Leadership Kuat dan Soliditas Tim Kunci Keberhasilan Merger BSI
Kinerja BSI terus mengalami pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan. Sampai kuartal III/2022, BSI membukukan pertumbuhan pembiayaan mencapai 22,35 persen secara tahunan.
Fee based yang dicatatkan perseroan pun bertumbuh 25,5 persen pada periode yang sama dengan kualitas pembiayaan terjaga pada level NPF gross sebesar 2,67 persen.
Profitabilitas juga positif dengan ROE sebesar 17,44 persen dan Net Imbalan 6,22 persen.
Baca juga: BSI Luncurkan Fitur Top Up Gadai Emas di BSI Mobile, Percepat Penetrasi Bisnis Retail
“Proses rights issue ini menuju tahap akhir, dan harapannya dapat memperkuat struktur permodalan dengan tingkat CAR sekitar 20 persen-an," ujarnya.
Dia menambahkan, selain setingkat dengan rata-rata industri perbankan, kinerja BSI juga dapat menopang pertumbuhan pembiayaan dan layanan keuangan syariah yang semakin tumbuh pesat.
"Dengan demikian, insyaAllah kami akan terus melakukan ekspansi bisnis dengan masif untuk merealisasikan aspirasi besar BSI di masa depan,” ujar Hery.
Baca juga: Investasi Emas di BSI, Bisa untuk untuk Persiapan Haji
Pada pelaksanaan rights issue ini jumlah saham yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 4.999.952.795 saham baru Seri B atau sebesar 10,84 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Harga pelaksanaan rights issue Rp1.000 untuk setiap lembar saham. Sehingga jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam rangka PMHMETD I ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp5 triliun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/BSI1.jpg)