Ciptakan Generasi Muda Toleran dan Kritis, Taruna Bakti Optimalkan Ide Sekolah Pembauran

Ciptakan Generasi Muda Toleran dan Kritis, Taruna Bakti Optimalkan Ide Sekolah Pembauran

Istimewa
Ilustrasi pembelajaran di Sekolah Yayasan Taruna Bakti 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Pendidikan menjadi elemen penting bangsa untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus mewujudkan kesejahteraan nasional.

Hal itulah yang mendasari Yayasan Taruna Bakti (YTB) sepanjang perjalanannya sejak 1956, mengutamakan pelaksanaan ide sekolah pembauran di seluruh unit pendidikan, mulai dari KB & TK, SD, SMP, sampai SMA dan akademi sekretari manajemen Taruna Bakti.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Taruna Bakti, Ibramsyah Amir menjelaskan, ide sekolah pembauran telah menjadi keistimewaan dan ciri khas YTB.

Baca juga: Ketika Jokowi Tertunduk Lemas Melihat dari Dekat Sekolah yang Rata Akibat Gempa Cianjur

Menurutnya, hal tersebut dapat dipahami, diyakini, dan dipraktikkan dalam sikap dan pergaulan sehari-hari oleh seluruh keluarga besar YTB, mulai peserta didik, orang tua peserta didik, guru/dosen (tenaga pendidik), karyawan, hingga pembina, pengawas dan pengurus yayasan.

"Kami memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang tanpa membeda-bedakan latar belakangnya, baik suku, etnis, bangsa, kepercayaan, agama, maupun sosial-ekonomi. Kami juga menghargai dan menghormati adanya segala perbedaan karena sebagai bentuk pengamalan dari Pancasila sebagai ideologi dasar Bangsa Indonesia," katanya, Rabu (21/12/2022).

Konsep ide sekolah pembauran ini sudah menyesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang berdasar pada silabus.

Baca juga: Anak-anak Korban Gempa Cianjur di Pengungsian Desa Mangunkerta Gembira Bisa Sekolah Lagi

Bukan hanya itu, ide sekolah pembauran ini juga menjadi pedoman dalam pembelajaran agar peserta didik mampu mencapai kompetensi dasar dalam mewujudkan pelajar pancasila sesuai instruksi Kemendikbudristek RI.

"YTB sebagai yayasan pendidikan dengan konsep sekolah pembauran, memastikan peserta didik memperoleh pelayanan yang bermutu dalam sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan," katanya.

Selain ide sekolah pembauran, semua ruang kelas di YTB telah dilengkapi teknologi Hybrid Learning (layar TV pintar, kamera 360, mixer audio dan pen tablet), pilihan kelas bilingual, pendingin ruangan (AC), Gedung Olahraga (GOR) Taruna Bakti berstandar internasional, bus sekolah, perpustakaan modern & ruang baca outdoor di rooftop, laboratorium modern, kolam renang KB & TK, ruang audio visual.

Baca juga: Kegigihan Arif Pelajar Paket C, 4 Tahun Jualan Camilan Jalan Kaki untuk Biayai Sekolah

Kemudian, pelayanan pendidikan agama secara merata sesuai agama yang dianut oleh peserta didik, serta memfasilitasi perayaan kebersamaan hari besar keagamaan seperti Dharma Shanti, Idul Fitri/Idul Adha, Natal/Paskah dan acara keagamaan lainnya.

Hal tersebut bertujuan supaya para peserta didik benar-benar dapat berpikir kritis dan menanamkan toleransi sejak dini dalam keberagaman menuju keharmonisan yang menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga: Kisah Arif Rahman, Siswa Paket C, Gigih Biayai Sekolah dengan Jualan Camilan Berjalan Kaki

Berdasarkan data per November 2022, jumlah peserta didik yang sedang menjalani pendidikan di Yayasan Taruna Bakti (YTB) mulai tingkat KB & TK Taruna Bakti sampai dengan perkuliahan ASMTB adalah sejumlah 2.181 peserta didik.

Jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya sebab para calon peserta didik memiliki minat tinggi untuk bersekolah/berkuliah bersama Yayasan Taruna Bakti. (*)

(Laporan Wartawan Tribun Jabar

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved