Korban Kabar Hoax

Terdampak Kabar Hoax, Pedagang Ikan Jambal Roti di Pangandaran Omset Menurun dan Sepi Pembeli

Akhir tahun 2022 ini, satu pedagang ikan jambal roti di kawasan wisata pantai Pangandaran mengeluhkan kondisi penjualannya menurun.

Tangkap Layar video FB live Tribun Jabar
Mamah saat berada di gudang pengelolaan ikan miliknya di kawasan wisata pantai Pangandaran. Pedagang Ikan Jambal Roti di Pangandaran Keluhkan Adanya Berita Hoax, Penjualannya Menurun dan Libur Nataru Tak Bisa Stok 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com,  Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Jelang akhir tahun 2022, pedagang ikan jambal roti di kawasan wisata pantai Pangandaran mengeluhkan kondisi penjualannya menurun.

Satu pedagang ikan jambal roti ini bernama Mamah (57). Selain ikan jambal roti, Ia juga menjual berbagai jenis ikan asin lainnya m

Kini, penjualannya menurun akibat dihantam hoax dampak gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi. 

Baca juga: Hati-hati, Segera Cek Daerah di Jawa Barat ini yang Rawan Bencana Basah, Jika Hendak Liburan Nataru

"Libur Nataru sekarang pasti tidak seperti tahun kemarin, dan pasti tidak bisa stok banyak ikan. Karena, banyak berita yang enggak jelas (Hoax)," ujar Mamah kepada Tribunjabar.id disela sela kesibukannya di gudang pengelolaan ikan miliknya, Senin (19/12/2022) siang.

Maksudnya berita yang tidak jelas, yaitu ada gempa yang mengakibatkan ada ombak gede (tsunami).

Hal itu, tentu sangat berdampak pada penjualan karena tidak banyak wisatawan yang datang ke kita (Pangandaran).

Baca juga: Libur Akhir Tahun, Begini Syarat Naik Kereta Api Terbaru, Usia Dibawah 12 Tahun Tak Perlu Vaksin

"Biasanya, mau Nataru suka stok barang tapi sekarang mah enggak. Karena, takut libur Nataru nanti sepi," katanya.

Dan tentunya jika dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi penjualan ikan asin sekarang di tempatnya menurun.

'Dulu, kalau mau libur Natal dan tahun baru bisa stok 1 ton kadang lebih tapi sekarang mah enggak stok. Jadi, ikan asin yang ada saja yang dijual karena kalau stok takutnya banyak ikan yang kadaluarsa," ucap Mamah.

Baca juga: Catat, Jadwal Lengkap Piala AFF 2022, Timnas Indonesia Lawan Kamboja 23 Desember 2022

Selain menurunnya penjualan ikan asin, adanya berita hoax juga berdampak pada penyewaan kamar penginapan.

"Banyak wisatawan yang takut dengan isu bencana. Buktinya yang mau menyewa penginapan saja, malah jadi di cancel," ujarnya.

Kebetulan, kata Ia, selain berjualan ikan asin juga menyewakan kamar penginapan untuk para wisatawan.

Baca juga: Catat, Daftar Harga Tiket Piala AFF 2022 yang Akan Digelar di Gelora Bung Karno

Sementara untuk omzet pendapatan sebenarnya tidak menentu tergantung dengan harga ikan yang di jualnya.

"Ikan jambal kan ada yang Rp 120 ribu, ada yang Rp 100 ribu dan ada yang Rp 85 ribu perkilogram," kata Ia. *

  • Berita Terkait :#Korban Kabar Hoax

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved