Aksi Unjuk Rasa

Ratusan Warga Terdampak Bendungan Sadawarna Geruduk Kantor Bupati Sumedang, Berikut Tuntutan Warga

Seratus orang warga Kecamatan Surian yang terdampak limpasan air bendungan Sadawarna menggeruduk kantor Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS)

kiki andriana/tribun jabar
Ratusan Warga Surian Terdampak Bendungan Sadawarna Geruduk Kantor Bupati Sumedang 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Seratus orang warga Kecamatan Surian yang terdampak limpasan air bendungan Sadawarna menggeruduk kantor Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), tempat Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir berkantor, Rabu (14/12/2022). 

Mereka tiba di IPP sekitar pukul 14.00 siang dan langsung menempati arena dialog. Sebagian dari mereka ada yang membawa karton bertuliskan sejumlah tuntunan. Di antaranya tulisan: Kembalikan akses perekonomian kami. 

Rombongan warga terdampak ini duduk pada kursi lipat. Di depan mereka, sejumlah pejabat dari Pemerintah Kabupaten Sumedang, Wakil Ketua DPRD, dan Anggota DPRD Sumedang duduk menghadap ke mereka. 

Baca juga: Sempat Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Kronologi hingga Penyelesain Kasus Pelecehan di Gunadarma

Dimulailah dialog, dan warga bergiliran menyampaikan tuntutan tentang persoalan yang dihadapi saat ini. 

Akses jalan sepanjang 3 kilometer di Desa Surya Medal, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang tiba-tiba terendam banjir dari air bendungan Sadawarna. 

Bendungan yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional, dan berpusat di Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang itu mulai diari sekitar dua pekan lalu. 

Baca juga: Diduga Aniaya Kades, Oknum Warga di Majalengka Dilaporkan ke Polisi, Ternyata Begini Kronologinya

Namun, pengairan meleset. Elevasi air yang semula dikira tak akan merendam jalan, malah sebaliknya, menjadi banjir dan memutus jalan warga. 

Sementara bendunngan imponding (diairi), jalan lingkar yang seharusnya selesai sebagai ganti jalan utama yang digunakan warga, malah belum dikeraskan sama sekali. 

Warga menuntut segera jalan lingkar diselesaikan. Sebabnya, selama dua pekan ini, waga harus naik-turun perahu untuk mencapai daerah Kabupaten Subang atau Kabupaten Indramayu, yang merupakan daerah terdekat mereka untuk aktivitas ekonomi, dibandingkan harus aktivitas ekonomi di area perkotaan Sumedang.

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved