Kampung Super Ekosistem

Mengenal Kampung Super Ekosistem di Garut, Gunakan Smart Teknologi untuk Budidaya Ikan

Budidaya ikan menggunakan smart teknologi sudah mulai dikembangkan di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

TRIBUNJABAR / SIDQI AL GHIFARI
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman saat meninjau dan meresmikan lokasi budidaya ikan di Villa Kayu, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (13/12/2022). 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Budidaya ikan menggunakan smart teknologi sudah mulai dikembangkan di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat

Program binaan PLN dan eFishery itu menggaet 15 pembudidaya ikan di Desa Jati, mereka diberi pembinaan agar mampu mengoperasikan dan melakukan budidaya ikan dengan bantuan teknologi.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Garut, Nurhidayanto Nugroho mengatakan smart teknologi dalam budidaya ikan yang dikembangkan di Kabupaten Garut saat ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Pastikan Tak Ada Pembatasan Seperti Tahun Lalu

Salah satu kelebihan dari penggunaan smart teknologi itu yakni pemberian pakan secara otomatis juga dikendalikan dari jarak jauh.

"PLN sendiri memiliki program electrifying agriculture dan marine dengan menggunakan listrik, seperti di sini listrik digunakan untuk pengoperasian mesin pemberi pakan otomatis," ujarnya saat diwawancarai awak media.

Ia menuturkan, Desa Jati saat ini tengah fokus pada kawasan wisata berbasis budidaya ikan dan sentra kuliner ikan. Fokus tersebut menurutnya perlu dibantu agar segera terwujud.

Baca juga: Kabar Gembira, Jelang Libur Nataru, Tarif Penumpang Bus Budiman Tidak Ada Kenaikan

Salah satunya dengan membantu para pembudidaya ikan agar mampu terus berinovasi sehingga menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

Pihaknya juga imbuh Nurhidayanto, telah memberikan bantuan budidaya ikan di Desa Jati agar terus berkembang dan maju.

"Lalu secara resmi di hari ini kamu launching program Kasef yaitu Kampung Super Ekosistem eFishery, budidaya ikannya menggunakan teknologi pintar," ucapnya.

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Kemenhub Prediksi Sebanyak 44,1 Juta Orang Akan Bepergian untuk Berlibur


Founder E-Fishery, Crisna Aditya mengatakan saat ini pihaknya telah membina 14 orang dengan 33 kolam ikan di Desa Jati melalui program Kasef.

Selain menggunakan teknologi untuk budidaya ikan, pihaknya juga telah menyediakan market untuk kemudian menyalurkan hasil budidaya tersebut.

"Jadi ada marketnya di toko online, pembudidaya nanti bisa membeli pakan, benih dan bisa menjual pada marketplace yang sudah kita sediakan," ucapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Gempa Magnitudo 4 Guncang Pangandaran Selasa 13 Desember Sore, Warga Diminta Waspada

Hal itu menurutnya menjadi suatu ekosistem yang memudahkan para pembudidaya ikan dalam menjual hasilnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved