Leadership Kuat dan Soliditas Tim Jadi Kunci Keberhasilan Merger BSI
Leadership Kuat dan Soliditas Tim Jadi Kunci Keberhasilan Merger BSI Selama Ini.
Penulis: Nappisah | Editor: Gelar Aldi Sugiara
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mencatatkan prestasi meski belum genap dua tahun beroperasi.
Torehan prestasi tersebut merupakan buah transformasi dan kolaborasi seluruh elemen perseroan di bawah komando yang tepat dari Direktur Utama BSI, Hery Gunardi.
Hery yang juga dipercaya sebagai Bendahara Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dengan cekatan menahkodai BSI menjadi salah satu bank syariah terbesar yang paling disegani dengan pertumbuhan kinerja impresif.
Baca juga: BSI Alihkan Sementara Operasional Kantor Layanan yang Terkena Dampak Gempa Cianjur.
Secara personal, BSI mampu menunjukkan performa positif dari sisi kepemimpinan atau leadership di industri keuangan, dengan keunikan dinamika yang menyertainya.
Tangan dingin Hery Gunardi dalam menyelesaikan proses merger dan pengembangan bisnis BSI, membuat CNBC Indonesia mendaulatnya sebagai The Best CEO in Merger & Acquisition.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan keberhasilan bersama dari seluruh tim yang terlibat dan dukungan luar biasa dari seluruh pemegang saham, yaitu Bank Mandiri, BNI dan BRI serta Menteri BUMN Erick Thohir yang selalu memberikan ide-ide yang membangun,” kata Hery Gunardi, dalam keterangan resmi, Selasa (13/12/2022).
Baca juga: BSI dan BSI Maslahat Kirim Tim Rescue dan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Cianjur
Hery yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) adalah seorang dengan keahlian dalam bidang penggabungan beberapa unit bisnis.
Hal tersebut dibuktikan dengan suksesnya proses merger antara tiga bank syariah di Indonesia yakni, Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BNI Syariah.
Dia memulai perjalanan di industri perbankan dan memulai karir di Bank Bapindo sebagai staf penelitian dan pengembangan pada tahun 1991 setelah menyelesaikan studinya di University of Oregon, USA, jurusan Keuangan dan Akuntansi.
Baca juga: Investasi Emas di BSI, Bisa untuk untuk Persiapan Haji
Kemudian, perjalanan karir beliau melesat setelah bekerja di Bank Mandiri. Sesaat setelah BSI diresmikan oleh Presiden, Hery juga meraih gelar doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran.
Dia membuktikan keahliannya sebagai seorang bankir, khususnya di bisnis ritel. Dia menulis disertasi tentang “Pengaruh Daya Saing Bank, Manajemen Risiko dan Customer Relationship Management (CRM) terhadap Kinerja Private Wealth Management dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Bisnis Retail Banking”.
Tahun lalu, paska suksesnya gelaran merger, BSI loncat menjadi bank nomor tujuh di antara seluruh bank di Tanah Air berdasarkan total aset.
Hingga akhir September tahun ini, aset BSI tercatat mencapai Rp280 triliun, meningkat nyaris 20 persen kurang dari dua tahun paska merger.
Pada kuartal pertama 2021, pertama kali BSI melaporkan kinerja konsolidasi paska merger dengan catatan aset Rp 234,43 triliun.
Dari sisi permodalan, BSI juga tumbuh semakin besar menjadi senilai Rp25,61 triliun, teratas di antara bank syariah di Indonesia.
Dengan permodalan dan aset yang kian membesar, perseroan pun sudah siap bersaing di pasar global.
Baca juga: BSI Gandeng Riyad Bank, Perkuat Bisnis Global, di Treasury, Haji-Umrah dan Sumber Daya Manusia
Hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, BSI membukukan laba bersih Rp3,21 triliun, naik 42
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Direktur-Utama-BSI-Hery-Gunardi1.jpg)