UMK Banjar 2023

Mengapa UMK Banjar Masih Terendah di Jawa Barat Meski Berstatus Kota? Ini Penjelasannya

UMK Banjar masih yang Terendah di Jawa Barat, Berikut Alasan dan Besarannya

Kompas.com
Ilustrasi Uang 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANJAR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah resmi menetapkan UMP Jabar 2023 naik menjadi Rp 1.986.670 dari yang sebelumnya hanya Rp 1.841.487. 

Besaran kenaikan UMP Jabar 2023 dituangkan dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 561/kep.752-kesra/2022 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Barat Tahun 2023, yang ditanda tangani per 25 November 2022 dan diumumkan pada Senin, 28 November 2022.

Sebagai bayangan, UMP Jabar 2022 yang menggunakan PP 36/2021 yang naik hanya 1,72 persen atau Rp 31.135,95 dari UMP Jabar 2021, maka konsekuensi lain dari upah minimum kabupaten/kota (UMK) maksimal naik hanya 3 persen, bahkan ada empat daerah yang tidak naik sama sekali karena berlaku faktor pembatas.

Baca juga: UMK Kabupaten Tasikmalaya 2023 Bertambah Rp 173.182, Ini Landasan Penetapannya

Baca juga: Bocoran UMK Garut 2023, Segini Kemungkinannya

Setelah resmi UMP Jabar 2023 naik menjadi Rp 1.986.670,17, maka otomatis UMK di Jawa Barat juga akan mengalami perubahan signifikan dari tahun sebelumnya, termasuk di Kota Banjar yang tidak lagi  Rp 1,8 juta, seperti saat ini.

Aturan kenaikan Upah Minimum ini baru dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tentang Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022.

Baca juga: Ini Besaran UMK Banjar 2023 Berdasarkan Kenaikan UMP Jawa Barat 7,88 Persen

Dalam aturan itu, disebutkan, bahwa kenaikan Upah Minimum (UMK) 2023 maksimal 10 Persen.

Namun, untuk Kota Banjar masih terendah di Jawa Barat, meski menyandang status Kota.

Dirangkum dari data UKM di Jabar tahun 2022, UMK Banjar 2022 sebesar Rp 1.852.099 atau terpaut Rp 134.570 dari UMP Jabar 2023.

Indikator yang Mempengaruhi Besaran UM Kota Banjar

Informasi dari bagian ketenagakerjaan ada 6 indikator yang menjadi bahan perhitungan, yang sesuai dengan data hasil dari BPS dilansir dari Kementerian Tenaga Kerja.

  1. Rata-rata konsumsi per kapita masyarakat Kota Banjar berada di angka Rp1.088.977. Indikator ini menjadi poin yang cukup vital sebagai gambaran seberapa banyak rata-rata warga Banjar mengeluarkan uang untuk kebutuhan konsumtifnya selama satu bulan.
  2. Yakni rata-rata jumlah anggota rumah tangga (ART) sebanyak 3,21.
  3. Rata-rata (anggota rumah tangga) yang bekerja di Kota Banjar sebanyak 1,31.
  4.  UMK tahun 2021 sebesar Rp1.831.884,83.
  5. Pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat sebesar 1,51 persen
  6. Faktor inflasi di provinsi Jawa Barat sebesar 1,76 persen.

Baca juga: Ini Besaran UMK Banjar 2023 Berdasarkan Kenaikan UMP Jawa Barat 7,88 Persen

Semua indikator dihitung berdasarkan rumus :

Pertama muncul dulu upah batas atas sebesar Rp 2.668.409,29, lalu kemudian dihitung upah batas bawah sebesar Rp 1.334.204,65.

Setelah itu, dihitung upah minimum yang juga menggunakan rumus yang sudah ditentukan, sehingga pada akhirnya muncul angka UMK Kota Banjar 2022 sebesar Rp 1.852.099,52.

Para pekerja tentu berkeinginan upah minimum tinggi, sementara pemberi kerja cenderung sebaliknya, dan peran pemerintah menengahi benturan dua kepentingan tersebut.

Ilustrasi upah.(Thinkstockphotos.com)
Ilustrasi upah.(Thinkstockphotos.com) (Kompas.com)

Sementara itu Kota Bekasi masih menduduki posisi pertama kenaikan upah di Jawa Barat, dengan asumsi kenaikan 10 persen.

Dengan kenaikan tersebut, maka UMK di Kota Bekasi naik menjadi 7,09 atau kisaran Rp 5.158.248 pada tahun 2023, dari Rp Rp 4.816.921 di tahun 2022. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved