Misteri Bandung

Menguak Misteri Terowongan Sasaksaat Bandung, Terowongan Terpanjang di Indonesia

Terowongan kereta api terpanjang di Indonesia adalah Terowongan Sasaksaat yang berada di Pulau Jawa, tepatnya di Sumur Bandung, Cipatat, Bandung

Shutterstock/Set001
Menguak Misteri Terowongan Sasaksaat, Terowongan Terpanjang di Indonesia 

TRIBUNPRIANGAN.COM- Indonesia masih kental dengan beragam cerita mistis yang bahkan melegenda hingga saat ini. 

Sejumlah lokasi-lokasi bersejarah juga masih dipercaya menyimpan cerita mistis yang membuat bulu kuduk merinding.

Termasuk soal terowongan yang dibangun sejak zaman dahulu.

Salah satunya, terowongan kereta api terpanjang di Indonesia, yakni terowongan Sasaksaat yang berada di di Sumur Bandung, Cipatat, Bandung, Jawa Barat.

Lokasi Terowongan Sasaksaat berada di jalur kereta api Jakarta-Bandung antara Purwakarta dan Padalarang.

Terowongan sepanjang 949 meter ini dibuat untuk membelah Perbukitan Cidepong dan biasa dilewati oleh kereta di jalur antara Stasiun Maswati dan Stasiun Sasaksaat di km 143+144. 

Sejarah Pembangunan Terowongan Sasaksaat

Dilansir TribunPriangan.com dari laman heritage.kai.id, Terowongan Sasaksaat dibuat tahun 1902 oleh Perusahaan Kereta Api Negara, Staatsspoorwegen (SS). 

Terowongan Sasaksaat menggunakan jasa pemborong khusus orang Eropa yang menggunakan teknik dan teknologi tinggi dari Belgia.

Baca juga: Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Ingin PPP Usung Ridwan Kamil di Pilpres 2024

Terowongan Sasaksaat dibangun menggunakan tenaga kerja dari orang pribumi, Cina, dan Eropa. Baca juga: Cara Menyewa Kereta Wisata untuk Rombongan Orang Pribumi dan Cina kebanyakan bekerja sebagai kuli, sementara orang Eropa dipekerjakan sebagai kepala cabang, mandor pekerja, pemborong, dan teknisi.

Proses pembuatan Terowongan Sasaksaat dimulai dengan upacara sesajen dengan melibatkan warga lokal untuk meminta keselamatan dan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kendala pembangunan sendiri ada pada kadar air tinggi sehingga terjadi rembesan ke terowongan dan beresiko menimbulkan longsor. Selain itu terdapat batuan cadas pada tanah yang membuatnya menjadi sulit untuk digali.

Saat itu, rembesan air diatasi dengan melapisi terowongan menggunakan penyemenan setebal 0,85 meter. Selain itu, pada bagian dari terowongan dilapisi dengan seng.

Baca juga: Muncul Varian Baru Covid-19, Disdik di KBB Mulai Waspadai Penyebaran Kasus Terhadap Siswa

Sementara pengeboran menggunakan tangan digunakan sebagai cara untuk menghancurkan batuan cadas untuk menghindari getaran yang bisa menyebabkan longsor.

Halaman
12
Sumber: Kompas

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved