Update Kereta Api Tabrak Swift 3 Tewas, Ternyata Palang Pintu Hanya Dijaga Relawan

Namun penjagaan secara swadaya itu tidak dilakukan secara penuh 1x24 jam, padahal rangkaian Kereta Api yang melintas di jalur rel Tasikmalaya- Bandung

Editor: ferri amiril
dokumentasi polres tasikmalaya
Mobil Suzuki Swift ringsek dihantam KA Serayu di perlintasan tanpa palang pintu Leuwidahu, Kota Tasikmalaya. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Kota Tasikmalaya, Firman Suryaman

TRIBUNPRIANGAN.COM, TASIKMALAYA - Ternyata perlintasan rel Kereta Api Leuwidahu, Kota Tasikmalaya, yang tak dilengkapi palang pintu resmi, dijaga relawan warga setempat.

Namun penjagaan secara swadaya itu tidak dilakukan secara penuh 1x24 jam, padahal rangkaian Kereta Api yang melintas di jalur rel Tasikmalaya- Bandung itu berlangsung 24 jam.

"Kami hanya melakukan penjagaan mulai azan subuh hingga tengah malam," kata Ukar (54), warga sekitar.

Saat terjadi kekosongan penjagaan pintu perlintasan itu, lanjut Ukar, ada tiga rangkaian Kereta Api yang biasa melintas.

Baca juga: Tiga Orang Penumpang Suzuki Swift Tewas Tertabrak Kereta Api

Dari ketiga rangkaian Kereta Api itu satu di antaranya Kereta Api Serayu relasi Pasar Senen-Purwokerto yang menabrak mobil Suzuki Swift dan menewaskan tiga penumpangnya, Minggu (13/11/2022) subuh. 

Satu penumpang lagi kritis yang mendapat perawatan intensif di RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

Menurut Ukar, penjagaan pintu perlintasan terpaksa dibatasi karena disesuaikan dengan kemampuan para relawan.

"Mereka mengaku tak sanggup melakukan penjagaan tengah malam hingga subuh karena faktor stamina," ujar Ukar.

Selama ini, lanjut Ukar, penjagaan sebenarnya dilakukan secara bergiliran beberapa shift.

Baca juga: Jadwal Kereta Api Garut Cibatuan Hari Ini, Kamis 10 November 2022, Lengkap Beserta Harga Tiketnya

"Namun untuk tengah malam hingga subuh tak ada yang sanggup. Ya akhirnya dibiarkan kosong, padahal ada tiga jadwal rangkaian Kereta Api melintas," kata Ukar.

Karena itu, warga hanya bisa mengimbau jika melintas di perlintasan tanpa palang pintu Leuwidahu lewat tengah malam harap berhati-hati.

"Tidak ada penjaga, berarti pengendara harus hati-hati. Tengok kiri dan kanan sebelum melintas. Jika aman segeralah melintas dan jangan terlalu pelan," ujar Ukar.(*)

Sumber: Tribun Priangan
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved