Rabu, 8 April 2026

Penyebab Empat Kali Wilayah Selatan Jabar Diguncang Gempat Dalam Satu Jam

Sebanyak empat kali gempa bumi menerjang lepas pantai selatan Jawa Barat, dalam rentang waktu satu jam, Sabtu (12/11/2022).

Editor: ferri amiril
BMKG
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 4,9 terjadi pada Sabtu (12/11/2022) pukul 19.29 WIB. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Sebanyak empat kali gempa bumi menerjang lepas pantai selatan Jawa Barat, dalam rentang waktu satu jam, Sabtu (12/11/2022). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun menyatakan gempa tersebut dipicu aktivitas sesar aktif dasar laut di lempeng Eurasia dan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menghujam di bawah Lempeng Eurasia.

Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 4.9, pada pukul 19:29:33 WIB dengan lokaai 119 km Barat Daya Garut dan kedalaman 16 km. Selanjutnya gempa dengan Magnitudo 5.3 terjadi pukul 20:18:45 WIB, terjadi di 122 km Barat Daya Garut dengan kedalaman 10 km.

Gempa ketiga terjadi dengan Magnitudo 4.2, pada 20:29:21 WIB di 115 km Barat Daya Garut dengan kedalaman 19 km. Terakhir, gempa dengan magnitudo 4.2 terjadi pukul 20:29:52 WIB di 126 km Barat Daya Garut dengan kedalaman 4 km.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif dasar laut di lempeng Eurasia atau intraplate earthquake.

Ia mengatakan dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Cianjur, Tasikmalaya, Garut, dan Sukabumi dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Baca juga: Begini Reaksi Warga Selatan Garut Saat Diguncang Gempa Empat Kali

Kemudian di Kabupaten Bandung dengan Skala Intensitas I - II MMI (Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang - Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.
 
Untuk gempa kedua, BMKG mengeluarkan update analisis yang menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. Episenter berlokasi di laut pada jarak 60 km arah selatan Caringin, Garut, pada kedalaman 53 km.
 
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menujam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
 
Gempa bumi ini kembali berdampak dan dirasakan di daerah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Cianjur. Gempa selanjutnya kemudian dinyatakan sebagai gempa lanjutan atau afershock.

Baca juga: Gempa Garut Terasa di Enam Kabupaten Lainnya di Jabar, Warga Sempat Panik

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved