Sejarah Perayaan Halloween

Apa itu Halloween? Melihat Lebih Dekat Tragedi yang Memakan Ratusan Korban Tewas

Apa itu Halloween dan apa sejarah Perayaan Halloween yang Menewaskan hingga 146 Korban Jiwa di Itaewon Korea Selatan

Yelim Lee/ AFP
Mayat para korban, diyakini menderita serangan jantung, ditutupi dengan selimut di distrik kehidupan malam populer Itaewon di Seoul pada 30 Oktober 2022. 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG -  Kabar duka datang dari Korea Selatan, perayaan Halloween di Itaweon, Seoul, Korea Selatan memakan korban, Sabtu (29/10/2022).

Tercatat sebanyak 146 orang dilaporkan tewas malam itu karena dugaan sesak napas hingga gangguan jantung.

Diberitakan sky news,  menurut Dinas Pemadam Kebakaran setempat, penyebab meninggalnya para korban dikarenakan kerumunan besar yang berdesakan di jalan sempit selama perayaan Halloween di dekat Hotel Hamilton di daerah Itaewon.

Baca juga: 7 Kisah Misteri di Cadas Pangeran, Salah Satunya Sosok Hantu Tanpa Kepala

Lalu sebetulnya apa itu perayaan Halloween? Bagaimana asal mulanya?

Halloween diperingati setiap tanggal 31 Oktober oleh masyarakat di berbagai dunia.

Dalam perayaan Halloween, orang-orang akan memakai kostum-kostum yang unik dan menyeramkan. Mereka juga akan menghias rumah-rumah dengan dekorasi yang juga seram.

Selain itu, perayaan Halloween juga identik dengan lentera dari buah labu yang dilubangi membentuk wajah Jack O'Lantern.

Baca juga: Tragedi Halloween, 146 Orang Meninggal Dunia Akibat Berdesakan pada Pesta Halloween di Seoul

Sejarah Halloween

Halloween
Halloween (Shutterstock)

Dilansir dari History, perayaan Halloween berasal dari festival bangsa Celtic kuno, yaitu festival Samhain.

Bangsa Celtic yang hidup sekitar 2.000 tahun yang lalu tersebut merayakan tahun baru mereka pada 1 November.

Mereka pun percaya bahwa pada malam sebelum tahun baru, batas antara dunia orang hidup dan orang mati menjadi kabur.

Dari situlah, setiap malam 31 Oktober mereka merayakan Samhain, ketika diyakini bahwa roh orang mati kembali ke bumi.

Selain menyebabkan berbagai masalah dan merusak tanaman, kehadiran roh dari dunia lain konon dapat membantu pendeta Celtic untuk meramal masa depan.

Untuk memperingati peristiwa tersebut, pendeta Celtic akan membuat api unggun yang besar, di mana orang-orang akan berkumpul untuk membakar tanaman dan hewan sebagai persembahan kepada para dewa mereka.

Baca juga: Waspada, 18 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Ini Berpotensi Banjir

Halaman
12
Sumber: Tribun Priangan
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved