Dies Natalis ke-68 UPI ”Bangkit, Berkarya, dan Inovatif Menuju Indonesia Emas 2045’’

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Upacara Peringatan Dies Natalis Ke-68 UPI Tahun 2022 yang berlangsung pada Kamis (19/10)

istimewa
Pada peringatan Dies Natalis UPI yang ke-68, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A secara resmi meluncurkan Smart Management System (SMS) 

TRIBUNPRIANGAN.ID,-  Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Upacara Peringatan Dies Natalis Ke-68 UPI Tahun 2022 yang berlangsung pada Kamis (19/10/2022). Penyelenggaraan kegiatan Upacara Peringatan Dies Natalis Ke-68 UPI Tahun 2022 mengikuti Peraturan, Ketentuan dan Standar Protokol Kesehatan Pemerintah Republik Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Upacara Peringatan Dies Natalis Ke-68 UPI Tahun 2022 disiarkan secara langsung melalui TVUPI Digital pada laman www.tv.upi.edu serta https://youtu.be/X5ENGBpuV_I

Peringatan Dies Natalis UPI yang ke-68 kali ini memilih tema: “Bangkit, Berkarya, dan Inovatif Menuju Indonesia Emas 2045’’. Upacara Peringatan Dies Natalis Ke-66 UPI Tahun 2022 dibuka secara Resmi oleh Prof. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A, selaku Rektor Universitas Pendidikan Indonesia. Prof. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A menjelaskan bahwa Krisis Covid-19 ini tidak pernah menyurutkan upaya UPI untuk mencapai statusnya sebagai world-class university. Produktivitas inovasi UPI tetap terjaga. Jumlah inovasi di UPI meningkat dari 505 menjadi 647 jenis inovasi yang dilakukan secara perorangan. Selama masa pandemi, inovasi skala prototipe tetap produktif, yaitu sebanyak 188 dan 185 jenis inovasi, pada tahun 2020 dan 2021. Jumlah inovasi skala bisnis/industri masih dapat dilakukan oleh para inovator UPI hingga 90 jenis inovasi yang diminati oleh dunia industri.

Sejak menjadi PTN-bh, UPI mengalami peningkatan produktivitas publikasi karya ilmiah baik secara nasional maupun internasional. Para peneliti UPI berhasil mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang pada tahun 2010 sebanyak 623 terbitan pada tahun 2010 (sebelum menjadi PTN-bh) mencapai puncaknya sebanyak 1.200 terbitan pada journal terindeks Scopus pada tahun 2019. Walaupun menurun drastis pada tahun 2021 dan 2022, namun jumlah kumulatif terbitan scopus hingga tahun 2022 mencapai 6.108 dokumen (Scopus), 267 dokumen (Web of Sceince), dan sebanyak 11.841 dokumen (Jurnal terakreditasi Sinta). Dengan jumlah terbitan ini, UPI dapat bertahan pada 12 Universitas terbaik di tanah air. Pada periode yang sama, karya-karya ilmiah dosen dan peneliti UPI yang memperoleh HAKI terus mengalami peningkatan dari “tidak ada” pada tahun 2010, menjadi 1.477 pada tahun 2021, dan akan semakin meningkat pada tahun 2022.

Kekuatan UPI menuju world-class university didukung oleh jumlah Hak kekayaan intelektual (HKI) yang diterima peneliti UPI selama ini. Sinta score HKI seluruhnya yang diperoileh UPI adalah sebesar 10.940, yang terdiri dari: Paten Single (1.320), Paten Sederhana (308), Merek Dagang(24), Design Industri (48), dan Hak Cipta (9.240). Dari jumlah Sinta score total tersebut, sebesar 7.468 (68,2 persen) justru diperoleh sejak tahun 2020 hingga sekarang, yaitu selama krisis pendemi. UPI semakin memberikan research influence bagi para pemikir dan peneliti lain di Indonesia dan dunia berdasarkan jumlah dan perkembangan sitasi. Jumlah sitasi yang baru mencapai 260 pada tahun 2010 (sebelum PTN-bh) berkembang cukup pesat hingga menjadi 4.198 pada tahun 2021. Ini menunjukan bahwa UPI mulai mampu menunjukkan dirinya sebagai universitas rujukan secara nasional dan internasional, terkait dengan perkembangan pemikiran dan inovasi di bidang pendidikan dan non-kependidikan.

Dari beberapa studi World University Ranking, diperoleh temuan yang menunjukkan bahwa kualitas UPI secara nasional dan internasional cukup kompetitif setelah menjadi PTN-bh. UPI berkembang pesat menurut Time Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) tahun 2022. Sebagai salah satu institusi yang paling berpengaruh dalam pemeringkatan PT di seluruh dunia, THE, memposisikan UPI sebagai tiga universitas terbaik di Indonesia. Bahkan UPI menempati peringkat tertinggi di tanah air dalam indikator sitasi (citation), yaitu indikator research influence, sebagai salah satu universitas rujukan di dunia. THE juga menempatkan UPI sebagai universitas kependidikan terbaik di Indonesia.

Webometrics memposisikan UPI pada peringkat: 2035 (2014), 2102 (2019), 2787 (2021) dan 2254 (2022) dari sekitar 85 ribu universitas di dunia. Menurut versi webo ini, peringkat UPI secara nasional memang fluktiatif mulai dari peringkat 5 (2014), 13 (2019), 16 (2020), 17 (2021) namun tetap pada peringkat 16 (2022). Fluktuasi ranking ini terjadi setiap waktu karena persaingan antar-universitas baik di dunia maupun di Indonesia makin ketat. Fluktuasi ini tidak menunjukan bahwa kualitas UPI menurun tetapi mulai masuk universitas lain dalam persaingan yang ketat ini. Namun, hingga tahun 2022 ini, Webometrics masih memposisikan UPI dalam 16 universitas terbaik di Indonesia. Dalam ASIAN University Rank, UPI tetap bertahan dalam posisi 501-550 sejak tahun 2020 hingga tahun 2022; ini menunjukkan bahwa UPI termasuk salah satu universitas yang kompetitif di Asia. Secara nasional, sejak tahun 2014, Unirank (4icu.org) juga telah menempatkan UPI dalam peringkat 5 (2019), 3 (2020), dan 5 (2021).

Berdasarkan data dan fakta yang disebutkan di atas, tampak bahwa sejak menyandang status sebagai PTN-bh, kualitas layanan UPI setidak-tidaknya mampu bertahan sebagai universitas yang kompetitif di Indonesia bahkan dunia, bahkan semakin meningkat hingga menjadi universitas kependidikan terbaik di Indonesia. Skor sitasi UPI yang terbaik di Indonesia, menunjukkan bahwa UPI berpotensi memberikan research influence yang besar di bidangnya. UPI adalah aset bangsa, yang perlu terus didorong dan difasilitasi secara konsisten oleh Kemdikbudristek agar menjadi semakin kompetitif di dunia. Dengan menyandang statusnya sebagai PTN-bh, mutu pendidikan UPI terus meningkat. Pada tahun 2022, dari jumlah prodi 168, sebanyak 107 (64 % ) di antaranya telah terakreditasi A atau unggul. Keadaannya meningkat sejak sebelum PTN-bh, jumlah prodi yang terakreditasi A hanya 55 % , dan sebanyak 36 % yang masih terakreditasi B pada umumnya merupakan prodi-prodi yang relatif baru.
Dies

Natalis ke-68, UPI Meluncurkan Smart Management System (SMS)
Pada peringatan Dies Natalis UPI yang ke-68, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A secara resmi meluncurkan Smart Management System (SMS). Smart Management System (SMS) dibawah Koordinasi Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan dan Sistem Informasi serta Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi. Prof. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A selaku Rektor Universitas Pendidikan Indonesia menjelaskan bahwa krisis pandemi adalah momentum bagi kita untuk melakukan perubahan besar dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di UPI. Dulu kita merasa terpaksa dengan BDR (belajar dari rumah), namun di balik itu adalah blessing in disguise; mahasiswa mulai terbiasa untuk belajar online dengan penekanan pada kemandirian belajar dari sumber yang makin bervariasi. Digital learning culture mulai tumbuh di kalangan mahasiswa; mereka tidak hanya terbatas untuk belajar di kampus, tetapi belajar di mana saja baik sendiri maupun bersama-sama.

Bahan tercetak bukan lagi satu-satunya sumber belajar bagi mahasiwa, kini muncul berbagai jenis sumber belajar yang makin bervariasi dan menarik seperti: kindle (digital book), digital presentation, living-video, video-grafis, serta sumber-sumber internet lain baik yang bersifat close sources maupun open sources. Kondisi ini telah semakin memudarkan asumsi lama bahwa menanamkan karakter sulit dilakukan melalui pembelajaran online, justru belajar bersama teknologi inilah para mahasiswa “dipaksa” menerapkan beragam karakter, seperti: disiplin, kerja keras, kemandirian, tepat waktu, rasa ingin tahu yang tinggi, jujur, berkolaborasi, dan sejenisnya.

UPI sebagai digital-hybrid university tetap berproses dan kini mulai tampak wujudnya. Dengan kebijakan work-from-home, dosen mulai terbiasa dan nyaman mengajar dari rumah melalui pembelajaran online. Lebih dari sekadar menghemat biaya dan waktu perjalanan, mengajar online telah membentuk digital learning culture di antara para dosen dengan learning platform yang sesuai. Par dosen mulai terbiasa dan terlatih untuk merancang pembelajaran online dengan menyajikan proses yang bervariasi dan menarik, baik secara sinkronus dan asinkronus. Hybrid learning mulai berkembang, dan salah satu yang menarik adalah penerapan flipped classroom, yaitu pembelajaran teori yang dilakukan secara online yang dikombinasikan dengan pembelajatan aplikatif secara tatap muka di kelas.

Perubahan digital culture ini bukan hanya terjadi dalam pembelajaran dan dalam riset untuk melahirkan inovasi, tetapi juga dalam sistem pengelolaan akademik, administrasi penunjang akademik, dan sistem pengelolaan kelembagaan UPI. Pusat-pusat Sistem Teknologi Informasi kini mulai berkembang dengan dukungan sejumlah tenaga ahli dan profesional bidang teknologi digital, serta tenaga profesional system designer dan coding specialist. Mereka berhasil merancang dan mengembangkan sejumlah aplikasi digital learning yang memacu mahasiwa untuk belajar secara online secara mandiri, berkolaborasi, mengerjakan tugas, membaca dan menulis artikel, mengerjakan asesmen, hingga melakukan kajian dan presentasi yang kaya dan menarik.

Menurut Dr. Cepi Riyana, M.Pd selaku Direktur Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (STI), menjelaskan bahwa Memasuki Era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi Informasi dan komunikasi telah mendorong percepatan transformasi digital disegala bidang kehidupan. Perkembangan teknologi telah berdampak adanya disrupsi yang mengubah tatakelola dan proses kerja yang semula konvensional menjadi serba digital dan Authomatic System, dengan dukungan teknologi internet melaui IoT, cloud computing, big data, artificial intelegent dan emerging technologi lainnya.

Lebih lanjut menjelaaskan bahwa UPI menyadari adanya tuntutan arus teknologi dalam tatakelola kelembagaan universitas yang harus lebih modern, berdayaguna, efektif dan antisipatif terhadap perkembangan zaman dan kebijakan pemerintah terutama perubahan kurikulum. Maka sejak tahun 2020 UPI berkomitmen untuk mewujudkan SMART MANAGEMENT SYSTEM (SMS) yang diarahkan pada efektifitas dan integrasi layanan dan pengelolaan.

Smart Management System UPI merupakan Sistem tatakelola kelembagaan akademik dan non-akademik dengan dukungan aplikasi dan infrastruktur teknologi informasi yang terintegrasi. Inisiasi UPI dalam membangun smart campus telah dimulai sejak tahun 2005, ditandai dengan penyediaan jaringan internet fiber optic di kampus utama dan kampus daerah, menyediakan bandwidh yang memadai dan system informasi akademik atau SIAK beserta aplikasi kelengkapannya, walaupun belum sepenuhnya terintegrasi.

Dinamika organisasi dan tuntutan kebijakan nasional membulatkan tekad UPI di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Solehuddin MA untuk menjadikan Smart Management System UPI sebagai program strategis yang membawa UPI lebih maju dimasa depan. Selain Aplikasi, Smart Management UPI sejak 2020 juga dilengkapi dengan fasilitas belajar modern atau Smart Classroom dan studio produksi di 8 fakultas dan 5 kampus UPI di daerah.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved