Berita Kesehatan

Kemenkes: Obat untuk Penyakit Gangguan Gagal Ginjal Akut Akan Didatangkan dari Singapura

Pemerintah Telah Temukan Obat Gangguan Ginjal Akut yang Sedang Terjadi, dan Akan Didatangkan Langsung dari Singapura

Kompas.com
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/8/2022).(Dokumentasi/Sekretariat Presiden) 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah sudah menemukan obat untuk kasus gangguan ginjal akut yang sedang terjadi.

Dikutip TribunPriangan.com dari Kompas.com, obat tersebut didatangkan langsung dari Singapura dan sudah diuji di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sebelumnya, pasien gangguan ginjal akut misterius mencapai 241 kasus per Jumat (21/10/2022) dan sebanyak 133 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Budi Gunadi menyebut fatality rate atau tingkat kematian penyakit ini mencapai 55 persen.

Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut di Jawa Barat Jadi 33 Orang

Baca juga: RSHS Bandung Rawat 12 Pasien Gagal Ginjal Akut

"Sekarang sudah ditemui obatnya, RSCM sebagai tim ahli ginjal nasional kita datangkan obatnya dari Singapura dan kita coba dan 6 pasien 4 positif responsif," ujar Budi Gunadi dalam acara webinar, Jumat (21/10/2022).

Budi mengatakan, obat yang sudah memiliki respons positif terhadap pasien gangguan ginjal akut tersebut akan didatangkan dalam jumlah masif.

Baca juga: Hingga Oktober, 15 Anak Meninggal karena Gagal Ginjal Akut

"Jadi obat ini setelah kita lihat positif, kita akan segera datangkan dalam jumlah yang cukup banyak untuk bisa disebarkan ke seluruh rumah sakit,"

Budi juga menjelaskan, kejadian gangguan ginjal akut yang dialami balita di Indonesia sudah teridentifikasi di 22 provinsi dengan total lebih kurang 200 kasus.

Namun, ia menegaskan, tak perlu lagi khawatir karena obat sudah ditemukan dan akan tersedia di rumah sakit tempat perawatan pasien gangguan ginjal akut.

Obat yang dimaksud ialah obat Fomepizole (penawar racun) sebanyak  200 vial , Satu vial untuk satu orang pasien.

Baca juga: Manuk Dadali, Lagu Bahasa Sunda Tentang Simbol Burung Garuda yang Menjadi Lambang Negara Indonesia

Harga per vial Fomepizole saat ini adalah Rp 16 juta dan sementara ini akan ditanggung pemerintah.

"Tapi, obat-obatannya sudah teridentifikasi dan sudah kita tes dalam sampel tertentu aman dan relatif menyembuhkan, sekarang kita datangkan dalam jumlah yang cukup besar sehingga bisa memberikan perlindungan bagi balita-balita kita kalau misalnya terkena keracunan ini," Tegas Budi.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved