Senin, 20 April 2026

Vaksin Covid-19 di Garut Dikabarkan Bakal Bayar Rp150 Ribu per Dosis

Stok vaksin Covid-19 di Garut habis. Desas-desus mencuat, vaksin Covid-19 akan dihargai sebesar Rp 150.000 per dosis.

Tribun Jabar/Ahya Nurdin
Seorang warga Subang sedang mendapat suntikan vaksin Covid-19. Stok vaksin Covid-19 di Subang sedang menipis. 

Laporan Kontributor TribunPriangan, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, mengatakan, stok vaksin Covid-19 di Kabupaten Garut sudah kosong.

Nurdin menjelaskan, kekosongan stok vaksin ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Garut (Pemkab Garut) tidak mendapatkan pasokan vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat dalam beberapa minggu terakhir.

"Saat ini stok vaksin Covid-19 sudah habis, kami kembalikan ke pusat ribuan dosis yang kemarin tersedia di Garut karena hampir kadaluarsa," kata Nurdin Yana, Selasa (18/10/2022).

Di tengah kekosongan vaksin ini, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ke depannya vaksin harus dibeli alias tidak gratis.

Jika harus dibeli, lanjut Nurdin, maka harga vaksin berkisar Rp 150.000 per dosis.

Baca juga: Ketangkasan Domba Garut Kembali Digelar, Suntik Gairah Ekonomi Peternak

Baca juga: Jajaran Polsek di Garut Mulai Disiagakan Antisipasi Bencana

"Jadi ada warning politis yang masuk ke saya, ke depan vaksin Covid-19 itu harus beli. Dengar-dengar di angka Rp 150 ribu" ucapnya.

Menanggapi desas-desus tersebut, Nurdin menyebut Pemkab Garut tidak akan sanggup jika harus mendatangkan vaksin berbayar.

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh dana belanja tidak terduga (BTT) Pemkab Garut yang saat ini sudah menipis.

Terlebh kini Kabupaten Garut memasuki bulan-bulan berisiko bencana, sehingga penggunaan BTT harus dioptimalkan untuk mitigasi bencana.

"Kami bisa saja menggunakan BTT, akan tetapi BTT sudah menipis. Sementara bencana masih berpotensi terjadi," ujarnya.

Baca juga: Komunitas Bobotoh Persib di Garut Peroleh Penghargaan dari Polisi, Ini Alasannya

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, kosongnya stok vaksin Covid-19 ini menyebabkan pelayanan suntik vaksin terhenti sementara

Di puskesmas-puskesmas Pemkab Garut pun, kata Leli, vaksin sudah habis.

"Hingga kini belum ada kepastian kapan vaksin Covid-19 tersedia kembali. Kemarin kita baru menghabiskan juga yang vaksin dari polisi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved