Rabu, 10 Juni 2026

Harga Kedelai Naik

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Cibuntu Dilema

Di tengah ketidakpastian harga kedelai, pengusaha tahu dihadapi kebingungan antara mogok kerja atau menaikkan harga tahu.

Tayang:
TribunPriangan.com/Riswan Ramadhan Hidayat
Sentra Tahu Cibuntu di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Bandung Kulon, Selasa (18/10/2022). 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Riswan Ramadhan Hidayat

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Asap hasil proses pembuatan tahu dari tumpukan ampas kedelai masih mengudara di kawasan Cibuntu, tepatnya di pabrik tahu di Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Bandung Kulon, Selasa (18/10/2022).

Sentra tahu Cibuntu itu terus ngebul memproduksi tahu, walau kini harus bergelut dengan harga kedelai yang merangkak hari demi hari.

Tahu Haji Nana, misalnya. Berdiri sejak tahun 1960-an, pabrik tahu satu ini masih bertahan dan menjadi primadona produsen tahu dengan ciri khas kuning alami.

Meski nama Tahu Haji Nana sudah terdengar di telinga masyarakat, keunggulan akan tekstur lembut tahunya tak sebanding dengan rasa kecewa sang pemilik, Asep (42).

Asep secara terus terang tidak mengetahui bahwa harga kedelai, bahan pokok pembuatan tahu, harus naik.

Baca juga: Pedagang Tahu di Pangandaran Pikir Dua Kali untuk Aksi Mogok

Baca juga: Batal Mogok, Paguyuban Tahu Tempe Jabar Pilih Naikkan Harga

Kenaikan harga ini dirasakan Asep lantaran harga kedelai yang semula di angka Rp 12.500 per kilogram, tapi justru malah melejit tajam dan menyentuh Rp 13.100 per kilogram.

Kenaikan sebesar Rp 500 ini membuatnya dilema karena apabila berhenti memproduksi tahu atau mogok kerja akan memperumit keadaan, terlebih pemasukannya pun belum stabil.

“Saya kaget karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan sama sekali terkait kenaikan harga kedelai,” tuturnya.

Kekecewaan akan kenaikan harga kedelai juga dirasakan Ujang Saefudin (39).

Penguasaha tahu asal Babakan Ciparay ini tak habis pikir harga kedelai terus naik dari awal Oktober hingga sekarang.

Menurutnya, kenaikan ini berdampak sekali terhadap minat pembelian para pelanggan setianya.

Baca juga: Pedagang Oleh-oleh Keripik Tempe di Bandung Kena Imbas Kenaikan Harga Kedelai

“Pelanggan tetap enggan beli kalau tahu ukuran tahunya diperkecil, karena ditengarai oleh harga kedelai yang sekarang lagi naik-naiknya,” kata Ujang.

Dampak bukan hanya kepada pelanggan tetap, meroketnya harga kedelai juga menyebabkan harga tempe pun ikut naik.

Di tengah ketidakstabilan harga kedelai, Ujang berharap, pemerintah segera memberikan solusi untuk para produsen tahu supaya tidak terjadi lonjakan harga tahu di pasaran serta tidak kehilangan para pelanggan.

"Pemerintah haru segera turun tangan terkait masalah kenaikan harga kedelai ini biar tidak terus-terusan naik seperti sekarang, pusing,” tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved