Setahun Tragedi Tewasnya 11 Pelajar di Sungai Cileueur, Keluarga Menanti Kepastian Hukum

Setahun berlalu tragedi susur Sungai Cileueur yang menewaskan 11 Pelajar MTs Harapan Baru Cijantung terjadi. Tepat pada hari ini, Sabtu (15/10/2022)

Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/andri m dhani
Suasana tabur bunga mengenang setahun tragedi susur sungai di Leuwi Ili Sungai Cileueur Dusun Wetan Desa Utama Cijeungjing Ciamis Sabtu (15/100 siang. 

Laporan Kontributor TRIBUNPRIANGAN.COM Ciamis, Andri M Dani

TRIBUNPRIANGAN.COM,CIAMIS - Setahun berlalu tragedi susur Sungai Cileueur yang menewaskan 11 Pelajar MTs Harapan Baru Cijantung terjadi. Tepat pada hari ini, Sabtu (15/10/2022), tiga keluarga dari anaknya yang menjadi korban tewas melakukan acara doa dan tabur bunga di Sungai Cileueur. 

Dede Rohendi, ayah dari Chandra Ryzki Hernawan (12) yang ikut menjadi korban, mengatakan sudah setahun ia menanti dan menunggu kepastian hukum dan keadilan bagi almarhum anaknya.

“Yang hadir hari ini ada tiga keluarga. Tepat hari ini sudah setahun kami menunggu kepastian hukum dari kejadian ini. Kami menanti adanya keadilan, mudah-mudahan ada kepastian hukum yang adil bagi kami. Mudah-mudahan cepat ada persidangan, sudah cukup lama kami menunggu,” kata Dede.

Hal serupa juga diungkapkan, Yani, ibunda dari almarhumah  Khansaa Khairun Nisa asal Cimari Cikoneng Ciamis.

“Bukan saya tidak ikhlas atas kepergian anak saya selama-lamanya. Kami ikhlas, tapi kami memohon ada keadilan dari pihak sekolah dan dari pihak kepolisian. Namun sampai sekarang belum ada keputusan, sudah setahun kami menanti. Kami memohon keadilan,” tutur Yani sembari terus terisak menangis berurai air mata.

Hadir juga kakak dari alm Aditya Maulana (12) asal Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, Banjarsari Ciamis,  Ai Hindani (28).

Para keluarga korban mengenang setahun tragedi susur sungai di Leuwi Ili Sungai Cileueur tersebut dengan melantunkan doa. Juga menebarkan bunga ke Leuwi Ili serta menghanyutkan (melarung) karangan bunga. Ketua RW 01 Dusun Wetan, Ramdani dan sejumlah warga setempat hadir pada kegiatan tabur bunga di Leuwi Ili tersebut.

Di tengah cuaca cerah  dan sejuknya suasana di sekitar aliran Leuwi Ili Sabtu siang tersebut, rasa haru pun tak terhindarkan lagi. Tetes air mata dan isak tangis dari pihak keluarga korban pun nyaris tak henti-hentinya.

Terlebih ketika, Dede  Rohendi, ayahanda alm Chandra Ryzkie Hernawan, warga Lingkungan Karang memimpin doa dan mengungkap kisah singkat kejadian yang telah menimbulkan nestapa di Leuwi Ili tersebut.

Menurut Dede, musibah yang terjadi Jumat (15/10/2021) sekitar pukul 15.30 sore setahun  lalu itu, tidak hanya telah merenggut nyawa anak sulungnya saja.Tetapi juga 10 siswa lainnya juga meninggal pada kejadian tersebut.  Yakni  M Kafka (12) dari Sukmajaya Depok,  Alfian Nur (13) Dayeuh Luhur Cilacap,  Khansaa Khairun Nisa (13) dari Cimari Cikoneng Ciamis, Aldo Maulana (13) dari Cingambul Majalengka,  Siti Jahra (12) Sukmajaya Depok, Fachrurozy (12) Cigugur Kuningan, Fatah F (12) Keramat Pulo (12) Senen Jakarta Pusat, Dea Rizky (13) Cikijing Majalengka, Aditya Maulana (12) Cibadak Banjarsari Ciamis, berikut Fajri (12) Bantar Kalong Brebes Jateng. “Dan alm anak saya, Chandra Ryzkie Hernawan,” ujar Dede Rohendi.(*)a

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved