Ketua MPR RI Minta Akademisi Kaji Manfaat dan Kerugian Pilkada Langsung

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menggulirkan kembali wacana Kepala Daerah dipilih oleh DPR. Wacana Pilkada tak langsung oleh rakyat ini

Editor: ferri amiril
Tribun Priangan.com/Kiki Andriana
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo saat diwawancara TribunJabar.id di Pamulihan, Sumedang, Kamis (13/10/2022) 

Laporan Kontributor TRIBUNPRIANGAN.COM Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menggulirkan kembali wacana Kepala Daerah dipilih oleh DPR. Wacana Pilkada tak langsung oleh rakyat ini sebelumnya digulirkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. 

"Saya mendorong untuk segera evaluasi, apakah Pilkada dengan sistem pemilihan langsung lebih banyak manfaat atau mudarat," kata Bambang ketika berkunjung ke Pamulihan, Sumedang, Kamis (13/10/2022). 

Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo mengatakan bahwa yang bisa membedah sisi manfaat dan mudarat dari sistem Pilkada yang telah dilaksanakan selama lebih dari 20 tahun di Indonesia itu adalah kalangan akademisi. "Silakan itu tugas para ahli, akademisi, untuk mengkaji," katanya. 

Wacana itu digulirkan karena menurut Bamsoet, semakin ke depan, biaya Pilkada semakin besar. Bukan hanya ongkos politik, tetapi juga politik uang. 

"Tidak memberikan pelajaran bagi masyarakat, yang ada malah sebaliknya. Kita terjebak pada demokrasi angka-angka," katanya. 

Demokrasi angka-angka menurut Bamsoet adalah kesibukan untuk mengejar angka supaya menang dan supaya jumlah kursi di parlemen bertambah, bukan yang semestinya, yakni menyerap aspirasi rakyat. 

"Saya tidak ingin generasi kita terjebak pada sistem demokrasi kapitalis, (seharusnya kita anut) sistem demokrasi pancasilais, seperti tertuang dalam sila ke-4 Pancasila," katanya.(*)

 

 

Sumber: Tribun Priangan
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved